Bukan Pernikahan Palsu
Benar saja, kedua tangannya sudah menelusup ke dalam blus yang istrinya kenakan, bahkan mulai berusaha melepaskan pengait di punggung perempuan itu.
"Setiap aku sentuh kamu, aku rasanya lupa segalanya. Entah pagi, sore, atau apa, rasanya waktu berhenti begitu saja." Gara menelusupkan kepala, mengecup leher jenjang yang mulus itu. Wanitanya mendongak, memberikan akses lebih, membiarkan lidah hangat sang suami berkelana di sana, menikmati setiap inchi permukaan kulit halusnya. Tak butuh banyak waktu untuk Rissa mulai mendesis dan membisikkan kata-kata cinta yang membuat Gara mabuk. Bagian bawahnya terasa nyeri sebab tarikan kencang. Candu, istri kesayangannya selalu menjadi candu. Tak pernah b
Sikat na Kabanata