KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA
Pena Yang Bergoyang Di atas Lembaran Putih almost is never enough lirik terjemahanlirik menangis dijalan pulangkata kata jangan terlalu berharapkata kata terlalu berharap
Buku puisinya terbuka, tangannya menulis dengan gemetar:
“Cinta retak di ambang pintu,
kejujuran datang terlambat.
Aku ingin teriak, tapi suara tercekik,
hanya air mata yang jadi bahasa terakhir.
Adakah kesempatan kedua untuk jiwa yang ternoda?”
Halaman basah oleh air mata, sementara di luar, kota tetap sibuk, seolah tak peduli pada seorang gadis yang dunianya baru saja hancur.
Hot Chapters