Rasa Yang Hilang
“Oh, ya. Ku dengar Agra mengajakmu menikah.
Agina memijit pelipisnya, “Dia benar-benar benci pada wanita setelah kejadian itu. Dan menganggap aku wanita tamak.”
Erwin mengangguk, mengerti, “Agra, memang payah dalam urusan cinta. Kepintarannya selalu hilang jika menyangkut wanita yang dicintainya.”
Agina menunjuk benda yang dapat melihat pantulan diri, “Ngaca! Aku gak beli cermin sebesar itu buat hiasan doang,” ucapnya galak.
Erwin nyengir. Namun sedetik kemudian menatap serius Agina. “Apa maksudmu?”
Capítulos Populares