Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Para Pencari Kunci

Para Pencari Kunci

“Aku menang, Pedro mati, semuanya mati, hanya aku yang menang. Ini takdir. Tuhan sudah mengukir.” Aku kian memangkas jarak. Dan mulailah terlihat kenop Bilik yang berdebu. Aku menarik Kunci sembari mengingat-ingat sebuah puisi karangan penyair yang namanya tak kusimpan. “Biarkan aku mati dengan tenang karena bulan tak selalu senang kehadiran pemenang yang haus akan kenangan. Karena bulan sungkan menjadi penenang antara aku dan cenayang.”
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
Biarlah Kenangan Masa Lalu Menjadi Buah Waktu

Biarlah Kenangan Masa Lalu Menjadi Buah Waktu

Isabel berdiri di tengah kerumunan, memperhatikan jari-jarinya yang terdefinisi dengan baik menyentuh mikrofon dengan lembut, jakunnya bergerak perlahan sembari dia berbicara. Saat itu, dia seolah mendengar suara detak jantungnya sendiri. "Hei, kenapa melamun?" Sahabatnya, Nadia Lamono, menyenggolnya dengan siku. "Itu kakakku, tampan, 'kan?" Kemudian, dia mengetahui bahwa ada sebuah pepatah yang beredar di SMA: [Bisa dimaklumi jika tidak mengenal kepala sekolah, tetapi tidak bisa dimaafkan jika tidak mengenal idola sekolah, Haikal Lamono.]
9.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

Dan tak henti-henti dalam doa ku Ku sebut namamu Berharap semua ajan baik-baik saja Meskipun dalam menjalaninya Harus ada sakit yang aku terima Dan harus ada cambukkan luka Hingga terkadang Aku begitu terpuruk Dalam mempertahankan ini semua Dan aku begitu lemah karena terluka Namun meskipun demikian Akan ku jalani dengan ke ikhlasan Sampai ada masanya Hubungan ini sampai pada titik kepastian Titik dimana Aku dan kamu menjadi satu keluarga Dan hidup bersama Menjadi sebuah kebahagiaan yang utuh Menua bersama Menyaksikan anak cucu kita bertumbuh Menjadi kisah sejarah Yang kan kusimpan hingga akhir hayatku Kusuguhkan bait-bait diksi itu teruntuk Kenzo tersayang, ehhh dia ternyata bales puisiku p
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
D E K A P

D E K A P

com Senjaku merenung sepi Dalam pesona sinar jingga muara kasih yang pernah menyapa Telah pudar bersama takdir yang membawamu pergi dan tak pernah kambali Menyulam rindu di jiwa dalam sunyinya lara Merajut serpihan kenangan Menyusun memori kebersamaan kita Ingin ku ulang waktu Mengulang cerita indah yang telah berlalu Senjaku kini terganti Senyummu terpatri dalam benak malamku Dalam bilik-bilik jiwa Datangnya bayangmu di balik khayalan Dibalik tirai yang menerungku dalam bias-bias mimpi
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
Benih Rahasia Sang Pewaris

Benih Rahasia Sang Pewaris

Pov. Kiara ~Kau hanya serpihan masa lalu yang tak bisa kugapai. Namun, aku tetap ada di sini, mengalir di dalammu seperti air di sungai yang tak pernah berhenti mengalir. Meski sulit, mengikhlaskanmu adalah pilihan terakhirku, biarlah hati ini menjadi lautan yang luas untuk menyimpan kenangan indah bersamamu~ Kenapa bukan kita? Mengapa tidak kau dan aku?
1018.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 559 kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
apa elo soulmate gw

apa elo soulmate gw

Love you Di Lalu aku membalas puisinya . I Love 2 Pujangga cintaku , kelak istana itu akan dihuni kita bersama anak-anak kita. Aku hanya ingin hidup dibawah naungan cintamu sayang….. Kini kuharus kembali ke pantai ancol yang kotor namun sejuta kenangan telah kami ukir di sana. Akankah kita bisa mengukir kembali kenangan itu? Ah mana mungkin, tapi bisa juga kalau Allah berkenan. Gumanku dalam hati
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ia mulai bersenandung kecil, sebuah nada yang tidak memiliki lirik, namun memiliki rasa hangat seperti matahari pagi di Long Beluah. Lia mengikuti nada itu. Ia mulai menggoreskan jarinya yang membeku di udara, menuliskan kata-kata menggunakan energi panas dari memorinya bersama Arka. "KITA ADA KARENA KITA BERANI MERASAKAN."
847 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
Surga Semalam

Surga Semalam

Ketika hati yang mudah rapuh ini Diuji oleh duniawi diuji oleh materi Untuk kesekian kali lagi lagi dan lagi Kutuliskan kenangan tentang Caraku menemukan dirimu Tentang apa yang membuatku mudah Berikan hatiku padamu Takkan habis sejuta lagu Untuk menceritakan cantikmu Kan teramat panjang puisi Tuk menyuratkan cinta ini Telah habis sudah cinta ini Tak lagi tersisa untuk dunia Karena tlah kuhabiskan Sisa cintaku hanya untukmu Aku pernah berpikir tentang Hidupku tanpa ada dirimu Dapatkah lebih indah dari Yang kujalani sampai kini Aku slalu bermimpi tentang Indah hari tua bersamamu Tetap cantik rambut panjangmu Meskipun nanti tak hitam lagi Bila habis sudah waktu ini
1052.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat Mafia Kejam

Pemuas Hasrat Mafia Kejam

Lukisan itu diberi nama “One Day.” “Kenangan itu terus menghantuiku, terus memaksa diriku untuk terus mengingat betapa kejamnya perlakuannya dahulu. Potongan-potongan kenangan itu terus mengusik pikiranku, membuatku terjebak dalam rasa benci yang mendalam. Meski aku mencoba melupakannya, namun bayangannya terus membayangi pikiranku, memaksa aku untuk terdampar di lautan kenangan pahit bersamanya.”
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

Saling mencintai untuk selamanya. END
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status