Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

Dalam kegelapan di balik kelopak matanya, ia seolah sedang mencium semua kenangan manis yang pernah ia miliki, tak peduli milik siapa kenangan itu sebenarnya. ​Petikan gitar yang tadi melantunkan puisi Aksara kini tergeletak bisu di samping mereka. Bait-bait tentang "malam yang tenang seperti malam-malam yang pernah kita lewati di sini" baru saja dikhianati oleh sebuah tindakan yang tak mungkin bisa ditarik kembali.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
Luka Yang Sisa Kenangan

Luka Yang Sisa Kenangan

Biarkan luka lama hanya tinggal kenangan. Semoga senyuman selalu bermekaran seperti bunga setiap harinya.
6.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
Sampai Kau Ingat Aku

Sampai Kau Ingat Aku

Ia meremas garpu dan pisau di tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. “Oh masih tersimpan Setiap kenangan, Semua cinta yang kau beri Kau tak’kan terganti.” “Azalea...” gumam Arkan tanpa sadar. Nama itu terasa begitu manis sekaligus getir di lidahnya. Tepuk tangan penonton menyadarkannya. Zea memutuskan kontak mata mereka, tampak sedikit gugup saat mengembalikan mikrofon. Tepat saat itu, sebuah getaran keras terasa di saku celana Arkan.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
Kebahagiaan yang Pernah Kusimpan

Kebahagiaan yang Pernah Kusimpan

Aroma tembakau yang familier menyeruak ke hidungnya, membuat mata Arlena terasa perih. Sosok Declan di depannya seakan bertumpang tindih dengan bayangan-bayangan masa lalu, sosok-sosok yang tak terhitung jumlahnya pernah berdiri di hadapannya, melindunginya. Semua itu terasa seperti mimpi lama yang perlahan terulang kembali. Dulu, saat ibunya mengakhiri hidupnya, ayahnya justru kembali menjalin hubungan dengan cinta pertamanya. Sejak saat itu, dia hidup seperti yatim piatu, bahkan lebih menyedihkan dari itu.
28.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 901 kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
Pernah Sakit, Juga Melupakanmu

Pernah Sakit, Juga Melupakanmu

Di akhir kalimat, mata ibu Amanda tampak berkilat, mengelus rambut Amanda penuh kasih sayang. Mendengar kata-kata itu, pandangan Amanda pun terarah ke kakinya sendiri. Waktu itu, meski berhasil lolos dari kobaran api, Amanda tidak menyangka kalau gudang tua itu ternyata menyimpan banyak drum bensin. Ledakan yang terjadi berturut-turut membuatnya terpental dan kakinya tertimpa reruntuhan, hingga terluka parah. Jadi dia harus mengucapkan selamat tinggal sementara pada panggung.
8.4164.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
KETIKA ISTRIKU BERHENTI MENGELUH

KETIKA ISTRIKU BERHENTI MENGELUH

Di antara lilin-lilin kecil, Aleeya membaca puisi: > “Kita bukan keluarga yang sempurna. Tapi kita adalah rumah. Tempat pulang… meski sejauh apa pun kita pergi.” Dan di luar, hujan turun perlahan. Tapi bukan lagi membawa luka. Melainkan… kenangan yang akhirnya bisa diterima, dan masa depan yang mulai menampakkan cahaya.
1086.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Saat dibacakan lantang di puncak Menara Pelintas Senyap, getaran halus menyelimuti seluruh lembah. Puisi: “Retakan yang Mendengar” Aku bukan suara, Aku luka yang berjalan, Tidak menuju akhir—tapi ke awal yang ditolak. Jika engkau dengar namamu dari pasir, Jangan jawab—itu hanya bayang yang belum melupakanmu. Maka, retaklah wahai batu! Buka mulutmu untuk segala yang tak pernah sempat dikatakan!
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
Tidak Semudah itu Melupakanmu

Tidak Semudah itu Melupakanmu

Vanesa berdiri di pinggir rel kereta api, “Jika aku kehilangan Papi dan Adikku, apalagi yang aku miliki?” Saat kereta ingin melintas “Awas! Minggir!” teriak orang-orang. Buaam! Pruaak! Bersambung
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
Insafnya Sang Playgirl

Insafnya Sang Playgirl

Walau masih bisa senyum, Namun tak selepas dulu, Kini aku kesepian, Kamu dan segala kenangan, Menyatu dalam waktu yang berjalan, Dan aku kini sendirian, Menatap dirimu hanya bayangan. -Kamu dan kenangan. Maudy Ayunda
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
Titik terakhir

Titik terakhir

Biarlah terbungkus rapi yang tidak memiliki kunci untuk dibuka kembali. Dan izinkanlah aku mengabadikan sebuah kenangan manis yang kelak akan terlupakan. Sebab aku memang tidak ingin melupakan. Izinkan aku untuk merangkai sajak dalam bentuk aksara. Agar kelak dapat ku baca diwaktu luang. "Maaf dan terimakasih, Angga." Adalah sebuah kata yang lebih bermakna dari sekedar, "aku cinta padamu, Angga."
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai puisi kenangan kita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status