Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
All about Raissa

All about Raissa

Ku ambil gitar, dan mulai memainkan Lagu lama yang biasa, kita nyanyikan Tapi tak sepatah kata, yang bisa terucap Hanya ingatan yang ada di kepala Dimalam yang dingin, dan gelap sepi Benak ku melayang, pada kisah kita Terlalu manis, untuk dilupakan Kenangan yang indah, bersamamu Tinggallah mimpi Terlalu manis, untuk dilupakan Kalau kita memang, tak saling cinta
2.4K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as puisi kenangan kita
Read
+Library
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

menahan nyala cinta sedang kau berkata kau hanya mampir sebentar saja Kita juga pernah menebak kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan sebelum malam benar-benar begitu dingin dan kau pamit berlalu seperti angin Tapi kita membisu tak sepatah rindu terucap tak juga ucapan selamat malam hinggap di rekah bibirmu yang lembap Hingga masing-masing kita pergi dan yang tersisa hanya bayanganmu yang terus saja menancap dalam ingat tepat di selasar harap yang senantiasa kudekap (Puisi By : Ikhlas El Qasr) TAMAT.
1045.0K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as puisi kenangan kita
Show Reviews (8)
Read
+Library
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Read All Reviews
Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Semua itu hanyalah kenangan Yang meninggalkan luka di hati Waktu berjalan begitu cepat Namun kenangan tentangmu Tak pernah meninggalkanku Ia selalu menyapa Dengan lafaz rindu Yang membuat air mataku kembali berlabuh Hembusan angin yang tenang menerpa diriku Merasakan ketenangan Disudut hati yang dalam Wahai angin Bawalah pesanku padanya Sampaikan kata yang tak pernah ku ucapkan saat bersamanya
102.8K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as puisi kenangan kita
Read
+Library
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

12. Rindu Itu Menyesakkan Adakah di sana kau rindukan aku Meski kita kini ada di dunia berbeda Bila masih mungkin waktu kuputar Kan kutunggu dirimu ('Mengenangmu' - Kerispatih) **** Jum'at, 9 Juli 20xx
104.9K viewsCompletedAdded to Library 191 Times as puisi kenangan kita
Read
+Library
Ketika Ingatan Pulih, Aku Melepaskan Cintaku

Ketika Ingatan Pulih, Aku Melepaskan Cintaku

Pipiku merona, punggungku tegak, dan rasa takut ditinggalkan yang dulu membuatku selalu gelisah selama tujuh tahun terakhir kini telah hilang sepenuhnya. Lorenzo menggenggam tanganku, lalu kami menuruni tangga langkah demi langkah. Dia berhenti di depan mikrofon, suaranya yang dalam dan penuh wibawa menggema ke seluruh aula. "Terima kasih atas kehadiran kalian malam ini." "Aku ingin memperkenalkan kepada kalian semua secara resmi, adik perempuanku yang hilang selama tujuh tahun. Satu-satunya putri Keluarga Ruswita, Elara Ruswita."
16.3K viewsCompletedAdded to Library 473 Times as puisi kenangan kita
Read
+Library
Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Ong Kiat: (tanpa menoleh) "Berhasil untuk apa?" Suaranya serak. Bukan karena dingin. Ah Wu: "Untuk... untuk negara, Tuan. Untuk... untuk—"yang Ong Kiat: (tertawa pahit) "Untuk negara? Atau untuk Selir Hui?" Mereka diam. Mereka tahu jawabannya. 🏮 PUISI YANG TAK PERNAH SAMPAI Kenangan lain datang—lebih manis, lebih perih di pelupuk Ong Kiat. Ia menggenggam Buku Puisi Karya putri yang diinginkannya. Yang tidak cantik sekali, tapi halus budi bahasanya.
297 viewsCompletedAdded to Library 11 Times as puisi kenangan kita
Read
+Library
Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya

Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya

Jadi, aku langsung menarik kursi dan duduk di seberangnya. Tristan mengangkat alisnya dan ekspresi terkejut terlintas di wajahnya. Aku mengulurkan tangan, "Halo, aku Karina Sentosa. Ibuku seharusnya sudah beri tahu kamu info detail mengenai aku, 'kan? Aku nggak akan ulang lagi. Pokoknya, kita bisa coba berteman dulu." Setelah aku selesai berbicara, ekspresi Tristan kembali normal. Dia terkekeh dan menjabat tanganku dengan sopan.
11.8K viewsCompletedAdded to Library 330 Times as puisi kenangan kita
Read
+Library
Kini Aku Melupakanmu

Kini Aku Melupakanmu

Pandangannya tanpa sengaja tertuju pada selembar kertas kecil yang tersembunyi di celah pot bunga. Dia pun mengeluarkan surat itu. Melihat tulisan yang familier, tangannya terhenti. Surat itu adalah sepenggal hatiku yang belum pernah benar-benar bisa aku lepaskan dalam lima tahun ini. [Obat itu tidak membuatku langsung lupa. Ia bekerja perlahan, menghapus satu per satu memoriku tentangmu. Tapi selama tiga hari ini, aku melihat semuanya. Perhatianmu hanya untuk Clara. Kau bahkan berbohong padaku. Aku sudah melihat semuanya.]
5.8K viewsCompletedAdded to Library 197 Times as puisi kenangan kita
Read
+Library
Cinta di Balik Singgasana

Cinta di Balik Singgasana

katanya, suaranya lembut. Ia meraih kain kecil dari pakaiannya. Puisi pendek tertera di sana, ditulis dengan aksara halus Di tepi kolam, bawah ketapang tua, Hati kita bebas, meski dunia menutup. Jika takdir memisah, di bukit ‘kan kutunggu, Dengan melati dan kenanga, untukmu selalu. Raka membaca puisi itu. Jantungnya berdegup keras. “Ini… indah, Gusti,” katanya, suaranya serak. “Aku simpan ini, sebagai pengingat.”
781 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as puisi kenangan kita
Read
+Library
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

Lalu berhenti pada sebuah papan kecil bertuliskan: “Beberapa perpisahan bukan untuk dilupakan, tapi untuk disimpan baik-baik dalam laci kenangan.” “Aku tahu kamu yang menulis ini,” ujar sang ibu. “Aku pernah membaca tulisanmu… di salah satu blog sastra yang direkomendasikan temanku.” Dinda menunduk. Ada benjolan di tenggorokannya. Ia tidak tahu harus menjawab apa.
88.3K viewsOngoingAdded to Library 207 Times as puisi kenangan kita
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status