Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Serendipity in Magnanimous

Serendipity in Magnanimous

"Dasar Jamilah!" "Apa lu Bang Toyib?!" "Cita Citata!" "Keong racun!" "Lo minta gue ajak tidur?!" "Lo minta Titan supaya Goyang Dumang?!" "HA HA HA HA HA HA HA HA HA!!!!!" Ujung-ujungnya mereka malah ngakak barengan. Dasar absurd memang. Mana ketawanya kencang banget pula. Hedeh-hedeh.
106.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 172 Beses bilang puisi kocak
Read
+Library
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
104.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 167 Beses bilang puisi kocak
Ipakita ang mga Review (45)
Read
+Library
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Basahin ang Lahat ng Review
Kak, Kalian Sungguh Kejam

Kak, Kalian Sungguh Kejam

"Bau mayat apaan? Dia sudah kabur, tapi buang tikus mati ke dalam untuk menipu kita?" "Rina, kamu pikir kami mudah ditipu?" Ketiga kakakku makin emosi. Mereka serempak menendang pintu. Pintu ruang bawah tanah goyang sekali lagi. Bam! Pintu ditendang hingga terbuka. Disertai bau busuk, ruang bawah tanah yang kecil dan gelap terpapar di depan mata.
8.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 175 Beses bilang puisi kocak
Read
+Library
Ellipsis

Ellipsis

Menyeruak kasar semua duka Tak ada lagi senyum tersisa Dan Ketika aku membuka mata Aku tersadar dari mimpi segala durja Menyatu padu semua dilema Merobek tudung segala rasa Tak ada hal lain yang kurasakan Selain sesal teramat dalam Tak mungkin aku meneruskan perjalanan Dengan mata separuh terpejam Aku berjalan memutar haluan Coba perbaiki cela yang tertinggal di belakang Kuketuk setiap pintu rumah mereka Namun, tak ada satupun yang dibuka Dari dalam rumah mereka berkata; Kopi sudah menjadi jelaga… Aku menundukkan pandangan dan memijat pangkal hidungku begitu Ashika selesai membaca puisiku. Aku hanya bisa menahan tawa dan malu melihat tingkahnya. Entah kenapa ia berpikiran untuk mencetak tuli
103.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 114 Beses bilang puisi kocak
Read
+Library
Mas Dosen, I Love You

Mas Dosen, I Love You

“Sebenernya gue cuma anak jurusan Sastra yang pengen hidup tenang, tapi selalu aja ada kejadian absurd. Contohnya, tadi siang gue belajar puisi sama dosen muda yang, maaf nih, rada sok puitis tapi senyumnya kayak iklan pasta gigi.” Semua mahasiswa langsung meledak ketawa, sementara Pak Ardi yang sadar dia lagi disindir cuma bisa geleng-geleng sambil senyum. Cinta hampir jatuh dari kursi saking ngakaknya, sementara Dika udah siap merekam semuanya.
1.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 46 Beses bilang puisi kocak
Read
+Library
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelumban lelamising lati Landep lancip liding Lumah lemeh, lemeh lumah Lemes Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelakon oo…lelakon Lir pakeliran suran Lamat pangindunge nyi sinden Lelegon bumi kelairan Lemahku subur Lintangku dhuwur Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Limbung nyi buto ijo Lambe ndremimil Lambung perih ngelih Le thole Lodoken lenge gangsir Lebanana kareben ngenthir Lelepah-lelepah pakanane iwak entah. Penduduk pun bersorak sorai ramai sekali mendengar geguritan yang kocak itu. Sarni Trilili tertawa-tawa senang. Benar, memang lucu. Sambil tetap menari orang topengan itu mengedarkan topi pandannya yang bulat plus kumal. Lantas uang logam p
1.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 60 Beses bilang puisi kocak
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Lalu ia menarik napas panjang, meletakkan tangannya di dada, dan mulai mendeklamasikan: > “Kamu seperti nasi hangat Di pagi yang belum sempat Aku lapar, kamu kenyang Hatiku tenang, dompetku senang.” Tari mengerjap, lalu menutup mulutnya sendiri. Tapi ia tak bisa menahan lebih lama. Tawanya pecah begitu saja. “Apa itu?” katanya di antara tawa. “Apa-apaan itu?” Radit tersenyum bangga. “Itu puisi. Judulnya Sarapan Perasaan. Masih ada bait kedua kalau kamu kuat.”
1011.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 325 Beses bilang puisi kocak
Read
+Library
Suamiku Lupa Privasi Story WhatsApp

Suamiku Lupa Privasi Story WhatsApp

“Kakak kira, Awa mau minta aneh-aneh biar kita direstui Ibu kamu.” “Dih, sorry-sorry. Awa masih waras.” “Syukurlah. Kakak pikir kurang sekilo.” “Ngelucu?” tanyku sambil memiringkan bibir. “Enggak. Kakak cuman bicara.” “Iya bicara. Tapi pembicaraannya ngandung humor.” “Ah, masa? Berapa kandungan zat kelucuannya?” “Au ah gelap.” “Perasaan terang, Wa.”
10131.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.9K Beses bilang puisi kocak
Read
+Library
Makin Lama Makin Asyik

Makin Lama Makin Asyik

Keringat bermunculan membasahi dahi Bhaskoro, menetes jatuh membasahi gundukan kembar sang siluman yang sengaja membusung. "Arggghhh... Oohhh... cuma segini kekuatanmu, Mas?" Ejekan itu sengaja dikeluarkan di sela-sela desahan sang siluman. Tubuhnya menggeliat liar, membalas setiap tekanan dan hentakan Bhaskoro dengan liukan pinggul yang sengaja memancing tempo. "Kasar sekali gayamu... tapi tenagamu cepat sekali loyo. Katanya mau bikin aku ampun-ampunan malam ini?"
1021.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 618 Beses bilang puisi kocak
Read
+Library
Si Paling Galak, Tapi Hanya Manis di Depanku

Si Paling Galak, Tapi Hanya Manis di Depanku

“Eh, coba bayangin. Kalau gue stand-up di depan mahasiswa baru sekarang, kira-kira lo bakal catet punchline gue nggak?” “Kalau lucu, mungkin.” “Kalau garing?” “Gue tulis juga. Buat bukti ke anak cucu nanti kalau ada manusia yang gagal bikin orang ketawa.” Elvano terbahak, kepalanya menunduk sampai hampir menyentuh meja. Suaranya mengundang tawa kecil dari bangku sekitar, tapi Vanya tetap tenang, hanya menutup wajah dengan tangan seolah menahan malu.
10661 viewsOngoingIdinagdag sa Library 19 Beses bilang puisi kocak
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status