Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Suamiku Berandalan Sekolah

Suamiku Berandalan Sekolah

Aku mengangguk, berlari ke arah mobil, dan masuk. "Gapapa Adiknya?" tanya Adelio, mengelus keringat di dahiku. "It's okey, ayo kita ke sekolah!" seruku, tersenyum sendiri, mengingat Adik kecil yang menggemaskan itu. *** Pelajaran kali ini Bahasa Indonesia tentang puisi, kami disuruh membuat tema apa saja. Aku mengurut kening, karena terlalu pusing memilih kata yang pas. "Nggak bisa ya lo? Kasihan," kata Zara, duduk seberangan denganku.
1010.7K viewsCompletedAdded to Library 407 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
Obsesi Cinta Pemain Wanita

Obsesi Cinta Pemain Wanita

Agar tak terlunta-lunta dalam kesendirian, walau malam menghujam kegelapan. Mayja mengusap ibu jarinya pada secarik kertas yang tadi ditulis oleh Rasel. Ternyata tulisan Rasel tadi adalah puisi ini. Meski sempat bingung mengapa Rasel tiba-tiba membuatkannya puisi, kira-kira makna apakah yang ingin disampaikan Rasel lewat puisi ini?
103.9K viewsCompletedAdded to Library 140 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
Who Am I: Past Lives

Who Am I: Past Lives

Taring yang patah, Tubuh yang menghilang. Dua unsur menjadi satu. Temui aku besok malam. Seperti biasanya. Tidak biasanya Rino menambahkan kalimat pembuka seperti itu. Apakah itu puisi? Jika benar, maka itu adalah puisi yang sangat buruk dari yang terakhir kali pernah Lucy lihat. Itu pada saat duduk di bangku Sekolah Dasar, seorang gadis di kelas tampak sedang membacakan sebuah puisi bertemakan Ayam di secarik kertas. Gadis itu bernama Lucy.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Tanpa kubaca isinya, aku penasaran mengenai titi mangsanya. Kuscrool sampai bawah, tak ada titi mangsa. Di sana hanya tertulis, Gadisku Beraroma Dupa - Ida Ayu Ambarukmi. Siapa itu? Apa Mas Ichsan juga memiliki kehidupan lain di dunia maya? Cepat-cepat kukembalikan kursor ke atas, berniat membaca postingan itu. Sebuah puisi berbentuk paragraf dengan kalimat lugas dan minim majas. Kaff pernah bilang, yang seperti itu namanya senandika.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 233 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

tegas Ar memberi peringatan. "Siap, Pak Komandan ... Hehehe." Ketika sedang cengengesan, itulah candu baginya dan membuat Ar selalu rindu sosok gadis mungil yang baginya seperti bocah, meskipun usianya sudah dua puluh satu tahun dan telah menikah. "Oh, iya. Selain mangga muda, aku juga membawakan buah-buahan yang lain. Cocok untuk dibikin Petisan," sambung Ar seraya menarik hidung adik kecilnya.
1014.6K viewsCompletedAdded to Library 394 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
Gadis Kecil di Pelaminanku

Gadis Kecil di Pelaminanku

GADIS KECIL DI PELAMINANKU 2 Membaca pesan yang tidak lengkap dari ponsel Mas Daffa, membuatku mengingat kembali mimpi yang begitu terasa nyata. Di mana, seorang gadis kecil yang datang ke pelaminanku. ***
9.522.2K viewsCompletedAdded to Library 531 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
KESAKSIAN PUTRI KECILKU

KESAKSIAN PUTRI KECILKU

"Sialan anak itu. Rupanya dia hidup bahagia tanpa aku! Awas saja ya, jangan harap kamu bisa hidup bahagia dengan meninggalkan ibu tirimu ini, Sum!" Tatik terus mengamati rumah Sumi yang kafenya sedang ramai dengan pembeli. Mendadak ada anak kecil yang muncul dari luar pagar rumah Sumi. Selintas ide muncul di pikiran Tatik, dengan segera dia mendekat ke arah anak kecil yang wajahnya mirip dengan Sumi. Tepat saat dia hendak meraih anak kecil yang baru berumur 1,5 tahun itu, terdengar suara dari belakang nya.
1020.4K viewsCompletedAdded to Library 489 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.2K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
1010.4K viewsOngoingAdded to Library 341 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Satu kenangan terburuk masa kecilnya pun seketika terlintas di ingatan. Waktu itu Laura masih kecil, berusia lima tahun. Dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana mama kandungnya dipukuli oleh ayah tirinya. "Ampun, Mas, ampun! Aku nggak melakukannya!" Mama Laura duduk tersungkur di lantai, mengangkat kedua tangannya, demi melindungi diri sembari memohon agar tidak dilecuti.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status