Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Sabun berbusa tapi ia tidak peduli. Kata-katanya canggung, tata bahasanya salah, rimanya tidak jelas, tapi tulus. "Mata Raisa seperti bintang di langit Bandung". Ia tertawa waktu itu, bilang itu puisi paling konyol yang pernah ia dengar. Tapi ia simpan sampai sekarang di laci. Lipat rapi. Seperti artefak dari kehidupan lain. Sekarang satu-satunya puisi yang kau tulis adalah laporan keuangan. Angka dan grafik. Tidak ada ruang untuk perasaan.
19.0K viewsOngoingAdded to Library 437 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Ia menatap langit yang berubah jingga, lalu berbisik pelan, “Kalau begitu, aku ingin belajar berani mulai dari sekarang.” Waktu terus berjalan. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Rani memenangkan lomba menulis itu. Ceritanya berjudul “Suara Laut yang Tak Pernah Pergi”, kisah sederhana tentang gadis kecil yang berbicara dengan ombak setiap pagi.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
Love between Cubicles!

Love between Cubicles!

Jika mau diterima SMA paling favorit sekecamatan, aku harus berani menampilkan pembacaan puisi. Ibu membantu memilih koleksi puisi karyaku. Aku memang punya buku khusus semacam diary untuk menampung karya-karyaku. Setelah berdiskusi ngalor-ngidul kami memutuskan untuk memilih puisi berjudul “Hujan.”
2.3K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
Penguasa hati

Penguasa hati

Kuberdoa setiap malam Menemui Sang Penguasa alam Memohon satu hal yang kudamba Kuminta namaku tertulis dalam jalan takdirmu Bukan hanya sebagai pemeran figuran Hanya lewat dalam kehidupanmu yang keras Atau sang antagonis Sering kali menyakiti perasaanmu yang lembut Namun, sebagai cahaya yang menerangi hatimu Dan menjadi penguasa di dalamnya Senyum merekah di bibir berwarna merah muda tanpa lapisan lipstick itu. Ia segra menyambar gawainya. Mahesa Kamu bisa nulis puisi? Wibi Sebenarnya tidak, tapi entah, tiba-tiba bisa. Mungkin karena cinta, manusia papah sepertiku pun akhirnya menjadi seorang pujangga.
103.7K viewsCompletedAdded to Library 126 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
Pangeran Langit Mencari Cinta

Pangeran Langit Mencari Cinta

“Masaki, kamu tahu benda apa yang dipegang oleh anak kecil itu?” “Tidak. Ini baru pertama kali aku melihatnya.” “Coba cari tahu benda apa itu. Semua orang sepertinya memiliki benda tersebut. Siapa tahu benda itu bisa membantu kita untuk menuju jalan pulang.” “Baiklah. Aku akan mencoba untuk menyelidikinya.” Masaki langsung mendekati anak kecil yang kira-kira berusia empat tahun itu. “Apa yang sedang kau lakukan, nak?” tanyanya pada si anak.
108.0K viewsOngoingAdded to Library 223 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
TRASHY

TRASHY

Begini : Waktuku kecil... besar anganku Waktuku kecil... girang selalu Waktuku kecil... main teramat penting Waktuku besar... berat jalanku Kan kulakukan yang terbaik... untukmu ibu Kini aku berusaha... menggali ilmu Kini aku berjuang... meraih mimpi Kini sekuat tenaga aku mewejudkannya Kulakukan untuk mimpiku dan dirimu, ibu
103.3K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
MY SWEET(no) BRIDE

MY SWEET(no) BRIDE

Sekolah besar itu hening sebab semua murid sedang belajar. Hari ini jam pelajaran Biologi membuat Dafa harus mengajar dengan dampingan guru lain. "Anak-anak sudah mengerti dengan puisi?" Itu bu nonna yang dikenal dengan julukan penggoda. Bahkan dia terlalu gatal sampai ada guru laki-laki yang pindah karena ulahnya. "Mengerti bu,"jawab murid dengan serentak. "Baik. Jadi tugas kalian adalah membuat puisi dengan bait minimal lima." Kali ini Dafa yang menjelaskan membuat semua murid menggerutu pelan. Minimal lima dalam lima baris itu yang di maksud Dafa.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
RELATIOXIC RULES

RELATIOXIC RULES

Bu Markonah adalah guru Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XI B yang membawakan materi tentang puisi. “Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang puisi. Ada yang sudah tahu definisi puisi? Puisi adalah sebuah karya sastra yang gaya bahasanya sangat ditentukan oleh irama, rima, serta penyusunan setiap larik dan kata-katanya yang sangat diperhatikan,” kata Bu Markonah Seluruh siswa menyimak dan mencatat penjelasan Bu Markonah, tetapi Alexa malah sibuk mengecek ponselnya berulang kali. Danish masih belum menunjukkan batang hidungnya sama sekali.
107.7K viewsCompletedAdded to Library 222 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
Om Teman Masa Kecil Ayah

Om Teman Masa Kecil Ayah

Teman masa kecil sekeren ini, tapi ayah tidak pernah membawanya pulang? Pandangan pria itu terus tertuju pada lantai di bawah kakiku, lalu tersenyum penuh arti. "Adik kecil memang terbuat dari air."
9.8K viewsCompletedAdded to Library 364 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
Kebahagiaan Kecilku

Kebahagiaan Kecilku

Dia tampak berat melepaskan semua kenangan yang ada di dalam rumah itu, tersirat beratnya tarikan napas yang dia lakukan ketika menatap rumahnya untuk yang terakhir kalinya. “Ayo yah! Nayara udah nunggu!” ajak istrinya, Rahmi. Dia meletakkan kedua telapak tangannya di atas bahu suaminya yang menegang. “Ayo!” setujunya. *** Nayara dan keluarganya sampai di rumah lama mereka. Rumah di mana Nayara pernah menghabiskan masa kecilnya hingga umur lima tahun. Tampak sekali rumah yang sudah tua namun tak usang karena sehari sebelumnya, ayah Nayara meminta tolong pada kerabatnya untuk mrmbantu membenahi rumah lamanya dengan upah yang sepadan.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 155 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status