Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Bab 9: Jatuhnya Satu Kata yang Terlarang “Di awal penciptaan, ada satu kata yang tidak pernah diucapkan. Kata yang menyimpan asal dan akhir dalam satu napas. Kata yang jika terucap bisa membuka celah ke dimensi sebelum cerita dimulai.” 1. Anak yang Menuliskan Tanpa Tahu Namanya Nara. Seorang anak perempuan kecil, lahir di dunia baru tanpa narator. Tak ada yang tahu siapa orang tuanya ia muncul dari barisan huruf dalam Kitab Putih, seperti puisi yang mendadak memiliki wujud. Setiap hari, Nara menulis dengan kapur di jalanan: kata-kata indah, nama bunga, potongan puisi yang ia dengar dari Salma.
2.6K viewsCompletedAdded to Library 77 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Jalan Penuh Puisi Aku serupa melihat silet lelaki yang kukenali sejak lama Ketika itu aku berjalan di tenah rerimbunan pohon berdaun larik-larik puisi Dengan tangkai yang meranggas serupa sajak-saja pekat Langkahku maju meski ragu-ragu Menginjak serakan bait-bait coretan pujangga Siluet itu kini berubah menjadi seorang lelaki seutuhnya Wajahnya serupa rumah yang tak pernah kujumpa Wangi yang menguar dari tubuhnya terlalu sering kuhirup namun tak pernah tercium oleh hidungku Dadanya serupa tempatku berkeluh kesah namun tak pernah Namun tak pernah kusentuh Lelaki itu berjalan ke arahku, di jalan yang penuh dengan puisi.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
BUKAN HASRAT SUAMIKU

BUKAN HASRAT SUAMIKU

Aku masih sempat berteriak ketika bayangan mereka sudah hampir hilang ditelan timbun daun-daun yang saling bertaut. Aku tidak pernah melarang mereka untuk pergi bermain selagi masih dalam jangkauan lingkungan ini, mereka selalu larut dalam dunia masa kecil, bersama anak-anak lainnya. Berkejaran di tengah hamparan bunga. Berekspresi dengan imajinasi, melepaskan rasa ingin tahu dari otak kecil mereka. Nikmatilah nak, masa kecil adalah fase di mana hidup itu, adalah emas. Tidak ada beban, tidak ada rasa sakit. Yang ada hanya keceriaan.
1029.5K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as puisi masa kecil
Read
+Library
Ibu Susu Anak Hot Duda

Ibu Susu Anak Hot Duda

Lisa ikut melihat bagian yang di-zoom oleh Max, bagian ia tertawa lepas bergandengan tangan dengannya. "Aku emang masih 22 tahun ya." "Iya iya, tapi imut, aku suka." "Aku pernah baca quote dari penuls Blue Rose, 'Berbahagialah layaknya anak kecil, karena anak kecil bisa memisahkan antara masalah dengan kesenagan dengan sangat ringan.' artinya anak kecil bukan mereka gak punya masalah, tapi kemurnian mereka yang buat mereka seolah tanpa beban."
9.61.1M viewsCompletedAdded to Library 22.1K Times as puisi masa kecil
Show Reviews (127)
Read
+Library
Mid.Kind
Udahlah ditamatin aja ceritanya. terjebak baca cerita ini krn nangkring di terlaris. Udah dibaca isinya bikin pusing. Typo parah dan ceritanya nggak banget. Makin ke sini ceritanya makin aneh. Dikasih bintang 1 tapi gak muncul reviewnya. Isi cerita gak sepadan dgn koin yg dibeli. Nyesel.
Blue Rose
Menjawab pertanyaan: "Gak masuk akal banget, kok belum punya anak udah keluar asi?" Aku udah jelasin di catatan penulia Bab 4 ygy, jadi tolong sabar hehe. Soalnya ada udang di balik batu, ada rahasia di balik panggung hehe(⁠.⁠⁠❛⁠⁠ᴗ⁠⁠❛⁠.⁠)
Read All Reviews
Musuh masa kecil: kembali mengusik (hati)

Musuh masa kecil: kembali mengusik (hati)

Suara Ibu sedikit meninggi, tetapi cepat melunak kembali, beralih ke jurus andalannya: nostalgia. "Kamu ingat, Nak? Dulu waktu kamu kecil, Kamu selalu yang paling semangat manjat. Sekarang, pohon itu berbuah lebat, Nduk. Mangga Arumanisnya besar-besar sekali. Sayang kalau yang makan cuma Bapak sama Ibu." Hening sesaat.
442 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
Pertalian Sejak Kecil

Pertalian Sejak Kecil

Orang tuaku menelepon memberitahukan diriku, mereka akan pergi ke rumah teman masa kecilku untuk menemui calon pasangan yang dijodohkan untuknya. Teman masa kecilku sedang tidur lelap di sampingku. Aku mengira itu hanya lelucon, lalu berkata pelan, "Asterius, mereka bilang sudah mencarikan kamu calon untuk dijodohkan."
5.6K viewsCompletedAdded to Library 146 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Di atas kertas, sebuah puisi yang ditulis dengan aksara rumput liar terpampang jelas. Ketika Mardi, Haidar, dan yang lainnya kembali sadar dan membaca isi puisinya, wajah mereka perlahan memerah, dipenuhi rasa malu dan marah. [ Memuji Jarum ] [ Seratus kali tempa, jadilah sebatang jarum, ] [ Terbalik terguling, menari di atas kain. ] [ Mata seolah-olah tumbuh di bagian belakang, ]
10273.7K viewsCompletedAdded to Library 8.5K Times as puisi masa kecil
Read
+Library
Marga Kuromori

Marga Kuromori

“Mau bagaimana lagi. Pak Orochi sepertinya menganggapku temannya.” Pak Orochi. Nama yang semenarik kisah hidupnya hingga Ichida pun ingin lebih menggali sejarah hidup dari pria tersebut dan menjadikannya sebuah sastra seperti Kai Oi karya Matsuo Basho yang terkenal saat ini, berhasil membuat sang penyair naik daun dan menggugah para penyair lain atau anak muda di kota berlomba-lomba membuat karya sastra. Dan Ichida ingin seperti beliau—Matsuo Basho. Dia segera meninggalkan kebun juga seperti Isae, menuju rumah Kasami untuk meminjam kertas beserta peralatan tulis. Jika bisa Kasami membantunya memilih kata-kata puitis.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

"Hmmm, mengapa aku selalu merindukannya? Namanya selalu bertahta di dalam hati dan pikiranku. Di tengah kegalauannya, Raidi menulis puisi untuk teman lamanya itu. SAJAK SANG KEKASIH Engkau sang pengusik rindu Kepadamu ku tuliskan sebuah puisi Puisi tentang kisahku dan kisahmu Yang selalu bertahta dalam ilusi Wahai sang pemilik hati Untukmu, kutuliskan subuah kisah Kisah tentang imajinasi Untukmu sang kekasih Wahai sang pemilik rasa Bayangmu selalu memenuhi imajinasiku
2.6K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
One Day In Your Life

One Day In Your Life

Hanya jangkauan pikirannya yang tak terbatas, liar bercabang-cabang menembus ketinggian angkasa dan kedalaman tanah. Soe Hoek Gie. Ann suka puisi karyanya. Sebuah tanya, judulnya. Akhirnya, semua akan tiba pada suatu hari yang biasa. Itu adalah larik favorit Ann. Larik yang mungkin bagi sebagian orang biasa saja, tetapi memiliki kesan tersendiri di lubuk kalbunya. Pada suatu hari yang biasa, seolah seseorang telah melewati hari-hari yang berat nan dipenuhi badai bergejolak, untuk kemudian akhirnya tiba untuk beristirahat, menjalani kehidupan yang sederhana, kembali pada suatu hari, yang biasa.
105.6K viewsCompletedAdded to Library 162 Times as puisi masa kecil
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status