Jurnal Sang Dokter
Aku memeluknya, dengan sangat erat, erat sekali.
“Kau tidak salah, dialah yang salah, merekalah yang harus dihukum,” ucapku yang kemudian melelehkan air mata begitu deras.
Sangat menyakitkan, gadis baik ini harus dicurangi seperti ini.
***
Romansa menghentikan tulisannya, dia menangis, air mata meluncur dengan sendirinya.
“Kenapa aku sesedih ini setiap kali mengingat Savea, dia anak yang baik, pintar, namun harus menghadapi masalah yang bahkan tidak pernah dia lakukan,” gumam Romansa.