Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Madu Dari Dunia Lain

Madu Dari Dunia Lain

"Mang Barjo itu siapa, Bi?' "Suami Bi Unah, Non. Dia tukang kebun, membersihkan halaman belakang dan depan juga. Tuan enggak suka kalau rumahnya kotor dengan banyaknya rumput. Dia memang sangat apik, Non." Helsa mengangguk-angguk pelan seolah memahami apa yang dikatakan asisten rumah tangganya. Bahkan membenarkan perkataannya jika Aryo memang selalu mengutamakan kebersihan, tidak heran jika rumahnya sangat bersih.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
SUJUD TERAKHIR EMAK

SUJUD TERAKHIR EMAK

Ia menatap langit yang mulai berwarna jingga, mengingat wajah-wajah anaknya yang lama tak dilihat. Sore itu, azan magrib berkumandang, menggetarkan udara yang mulai sejuk setelah seharian diterpa panas. Dari rumah kecil di sebelah, Sita baru saja menata hidangan berbuka di meja. Aroma ayam goreng dan sambal terasi memenuhi ruang makan sempit itu, mengundang rasa lapar yang sudah sejak tadi ia tahan.
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Olm, Osa Si Salamander

Olm, Osa Si Salamander

Random Relation SLURP!! "Ah ...." Sungguh nikmat menyedot air kelapa muda langsung dari buahnya. Duduk santai dilindungi teduhnya pondok tradisional beratap jerami kering, membuatku merasa di surga yang sesungguhnya. Sayup-sayup temaramnya angin siang membuat mata mengerjap ngantuk. Pandanganku terus disuguhkan keindahan alam pulau ini. Pohon-pohon bakau yang merambat gersang, membuat kontras warna yang begitu sempurna.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Nilakandi

Nilakandi

Oh Pecandu, rupanya matahari menyambutmu dengan senyumnya, Desir angin itu akhirnya mendekatkanmu pada bahagia, Ah tunggu, bahagiakah? petakakah? Sang waktu menunggumu bercerita, datanglah. Puisi misteri menggema di laut menguning lagi. Ya, Diwana lagi-lagi terjebak di dalam mimpi versi keduanya itu.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Secara samar-samar sebuah suara merdu terdengar yang keluar dari wanita itu, sebuah suara nyanyian pupuh sunda yang merdu mengiringi anak-anak yang sedang tertidur lelap di depannya. Budak leutik bisa ngapung Babakuna tengah peuting Ngalayang kakalayangan Neangan nu amis-amis Sarupaning bungbuahan Naon baé nu kapanggih Ari beurang ngagarantung Dina dahan-dahan kai Disada kokoréakan Cing coba ku anjeun pikir Nu kitu naon ngaranna Pinter mun bisa kapanggih. Yang mungkin apabila diartikan.
9.8682.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.4K kali sebagai puisi sunda tentang alam
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
D'sparage Je
makin diikutin, perjalanan si Ujang bikin makin penasaran. cuman sedikit saran aja sih, perjalanan Nando untuk menaklukkan seluruh negeri di Alam siluman dalam cerita The Destinable Of Light akan memberikan warna yang berbeda buat pembaca, jadi mampirlah sekali-sekali kalo ada waktu ...
Baca Semua Ulasan
SUAMI DARI ALAM LAIN

SUAMI DARI ALAM LAIN

Bismillah "SUAMI DARI ALAM LAIN" #part_12 #by: R.D.Lestari. "Eh, iya, Kak. Bukan gitu, Kak. Orang-orang di sekitarku ngomong begitu," pungkasku.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 859 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Tak Terkalahkan Sejak Lahir

"Aku akan mendaki sampai ke puncak, dan semua gunung akan tampak kecil di bawah!" Setiap puisi yang dibacakan diiringi oleh paduan suara langit dan bumi, dengan sosok-sosok ilusi abadi dan Buddha yang tak terhitung jumlahnya menari dan memberi isyarat dengan liar, benar-benar terpesona. Kekuatan dahsyat ini menyapu delapan gurun tandus dan mengguncang seluruh alam! Semangat sastra yang luas dan mendalam terpancar darinya!
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Whispers of the Lost Princess

Whispers of the Lost Princess

Pepohonan menjulang tinggi dengan daun berkilau perak, angin membawa harum manis seperti madu, dan di udara bertebaran cahaya-cahaya kecil yang menari bagai kunang-kunang, hanya lebih terang, lebih indah seperti serpihan bintang jatuh ke bumi. Ayundria berjalan dengan mata terbelalak. Setiap kali ia menoleh, selalu ada sesuatu yang membuatnya terpana, seperti seekor rusa dengan tanduk kristal, sekumpulan burung transparan yang terbang berputar membentuk pola rasi bintang, bahkan aliran sungai yang memantulkan cahaya biru seperti kaca cair. “Bill…” Ayundria berbisik, suaranya penuh kekaguman. “Tempat ini bukan dunia yang sama seperti yang kita tinggalkan barusan, kan?”
10696 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Ia meraih Dinda, memeluknya erat. “Puisi kamu indah banget sayang.” Dinda tersenyum “Itu buat Bunda dan Ayah.” “Bunda yakin Ayah denger,” jawab Dina lembut, “karena cahaya nggak butuh suara untuk sampai ke langit.” Sore itu, Dina menyalakan pelita di ruang tamu. Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir,
724 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Dear Suami Butaku

Dear Suami Butaku

ucapnya lirih. Tatapannya mengarah lurus, menatap kosong ke arah taman. Sinar matahari memantul dari kolam. Ikan-ikan berlari. Angin berhembus, menggoyang dedaunan, membawa wangi bunga. Kepala pelayan mengambil selimut untuk menutupi tubuh tua itu. “Tuan, sebaiknya kita masuk. Anginnya kencang.”
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status