Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

#30HariMenulisNovelBatch5 #Day4 #SangKupuKupuMalam #Part3 Sub judul: Lelaki Misterius Genre: Romance sad Nama: Rita Juwita Jumkat: 985 Jam menunjukkan sembilan pagi. Ayu masih saja bergeming di tempat tidur. Rasa lelah, muak dan sedih bercampur menjadi satu. Kantuk sudah hinggap sedari tadi. Namun, wanita cantik itu masih sulit untuk memejamkan matanya. Dia masih terus memikirkan ucapan Agni. Bagaimana perasaan anak gadisnya selama ini? Apakah tersiksa seperti yang dia rasakan?
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Karena kurangnya bukti kunci dariku sendiri, polisi tidak bisa langsung melakukan penangkapan dan hanya bisa kembali untuk melanjutkan penyelidikan. Yoga ingin membawaku pergi, tapi Andi menggunakan statusnya sebagai suami untuk mengklaim diri sebagai wali utamaku, menyuruh orang untuk mengusir Yoga keluar. Terkurung di samping Andi, aku merasa hidup sudah tidak ada artinya lagi dan benar-benar tidak ingin bangun. Kondisi koma ini menjadi cara efektif bagiku untuk melawan kekangan Andi. Kesadaranku melayang di udara, setiap hari melihatnya tidak berdaya menghadapi tubuhku.
12.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Puisi dan Musik untuk Kampanye Selain video dan foto, Sinta meminta beberapa pemuda untuk menuliskan puisi tentang Lambusango. Sari, seorang pemudi yang dikenal pandai merangkai kata, menciptakan puisi indah yang menggambarkan hubungan antara manusia dan alam. Ia membacakannya di depan Sinta dan Jun: "Di antara dedaunan hijau dan burung bernyanyi, Hutan ini adalah rumah, jiwa, dan hati.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

Alana menemukan sebuah tulisan tangan yang sepertinya tidak asing Isi surat tersebut adalah deretan sajak Dari Alfa untuk Alana : Mentari datang atau senja yang pergi Bagiku hanya soal waktu Ya, waktu yang mengajariku semuanya Jatuh, bangkitm dan terhimpit Bahkan buai pilu yang seakan abu Keduanya sama indah dan eloknya, bukan? Namun, amaf aku begitu mengecewakan Jika keduanya kutitip harapan Karena pada akhirnya Aku temui malam yang selama ini aku impikan Dengan damai aku merebah Di bawah konstelasi bintang langit malam Lalu aku berujar pada kegelapan “Aku ingin dipeluk sejuta bulan, bercengkrama dengan gugusan bintang, dibisik derau nan amat runyam”
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

terdengar suara membahana Suara itu suara yang sama ketika ia masih berada di Ekapratala. "AKU HANYA BISA KAU RASAKAN SITIJA, AKU ADA KARENA KAU MENGANGGAPKU ADA,AKU ADALAH BAGIAN DARI ALAM SEMESTA,AKU BAGIAN DARI MAHKLUK YANG AKU CIPTAKAN, AKULAH SANGHYANG WENANG, AKU TIDAK BISA KAU LIHAT DENGAN MATA FANAMU, AKU ADALAH PERWUJUDAN SEMUA KEINGINAN DAN SEMUA HARAPAN SITIJA "
7.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Dikhianati Suami Payah, Dicintai Pria Berkuasa

Dikhianati Suami Payah, Dicintai Pria Berkuasa

Tiba‑tiba, sebuah suara bergema dari langit, dalam tapi terdengar nyata. “Nadira… kau kini berada di dunia lain. Dunia tanpa kematian. Dunia tanpa rasa sakit. Dunia yang indah.” Sekejap, padang pasir hilang. Mata Alina terbelalak. Di hadapannya terbentang dunia yang tak pernah ia bayangkan: pohon‑pohon tinggi berwarna ungu, langit jingga keunguan berpendar lembut, danau jernih berkilau, angsa‑angsa putih berenang tenang. Bunga-bunga bermekaran, mengisi udara dengan aroma manis, sementara kicau burung terdengar seperti musik surreal yang menenangkan sekaligus membingungkan.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

[POV: Dialog Pohon Dunia yang Memberikan Peringatan Kepada He Sura] He Sura menutup mata dan menyelam ke dalam kedalaman Laut Spiritualnya, tempat dimana seluruh kekuatannya beresonansi. Di sana, gelombang energi berwarna ungu keemasan berputar seperti galaksi mini, memantulkan setiap fragmen memorinya. Di tengah samudra spiritual itu, muncul sosok yang familiar namun megah: batang Pohon Dunia An-Nazam, menjulang dari dasar laut spiritual, cabang-cabangnya menyebar luas hingga menembus permukaan kesadaran He Sura.
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Setiap gunung di sana adalah metafora yang bernapas, dan setiap lautan adalah rima yang tak berujung. "Di sini, para penyair bukan hanya seniman; mereka adalah pembentuk materi," Aura menjelaskan. Seorang penyair yang mengucapkan bait tentang ketenangan akan melihat seluruh atmosfer planet berubah menjadi warna biru langit yang menenangkan.
793 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

“Di sanalah energi dari tujuh garis ley dunia bertemu. Kalau satu garis saja terguncang, seluruh benua akan ikut bergetar.” Mereka berhenti di tepi jurang tinggi. Di bawah sana, kabut perak bergulung seperti ombak laut yang hidup. Suara halus terdengar, bukan angin, bukan air, tapi seperti paduan suara ribuan makhluk yang bernyanyi dengan nada yang tidak bisa dijelaskan manusia. Nada itu indah… dan menyakitkan. Risa menatap Bara. “Kau mendengarnya juga?”
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status