Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Kapan? Baiklah, sekarang aku ingat. Sudah lama sekali. Aku pernah membuat puisi ketika kelas 1 SMP dahulu. Banyak tahun yang lalu ternyata. Kelam hari adalah rasa Manusia suci sungguh tiada Kecuali dia sang Baginda Padanya kita meminta Tentang dunia yang nanti fana Akhirnya, manusialah pencinta Agar sampai kepadanya
8.99.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
SEHARUSNYA KAU IKUT MATI

SEHARUSNYA KAU IKUT MATI

“SUKMA MANEHNA AYEUNA TEU KEUR DIDIEU, TAPI KEUR AYA DI ALAM ANU BEDA. (SUKMA MEREKA SEKARANG SEDANG TIDAK ADA DISINI, TAPI SEDANG ADA DI ALAM YANG BERBEDA.)” “ALAM ANU POEK, ANU DI JIEUN KU MAKHLUK ETA JANG TEMPAT MANEHNA ULIN. (ALAM YANG GELAP, YANG DIBUAT OLEH MAKHLUK ITU UNTUK DIRINYA BERMAIN.)”
1027.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Cinta Antara Dua Dunia

Cinta Antara Dua Dunia

“Alam ini… bagaimana sebenarnya? Aku sering merasa seperti sedang bermimpi. Langit yang bergerak, bunga yang bercahaya, air sungai yang memantulkan bintang… semua terlalu indah. Tapi sekaligus… terasa asing.” Indrani menatap langit sebentar, lalu berkata pelan, “Alam siluman berbeda dari dunia manusia. Di sini, semua kehidupan terhubung oleh energi abadi. Setiap pohon, air, bahkan udara menyimpan jiwa. Itulah mengapa mereka bergerak dan bernyanyi. Bagi kami, dunia manusia justru terasa… sunyi.” Amara terdiam, matanya berbinar. “Aku tidak pernah membayangkan… ternyata dunia ini begitu hidup.”
10912 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

"Kalau kalian penasaran dengan arti mantra yang kubacakan tadi, sebenarnya itu adalah sebuah puisi indah yang digubah oleh Sang Penguasa Sejati Tanah Kebahagiaan III sendiri. Terjemahan kasar ke dalam bahasa kalian kira-kira begini: "Langit mewarnai bintang-bintang yang teramat terang, angin menidurkan kehangatan di tanah pulau. Aku dan kamu bersatu dalam cinta, tertawa sebagai sahabat yang hangat, mengagumi embun milik kita. "Bunga-bunga melukis pelangi yang luas, menyinari matahari, menyinari bulan di langit. Anak-anak kecil bergerak penuh keajaiban, tertawa luar biasa, kesedihan pun tertidur, saat cahaya langit tiba.
492 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

“Saya akan membersihkan area ini dan menyebarkan berita bahwa upacara Kalabendu telah gagal total, memberi Tuan waktu hingga senja tiba.” Siang telah berlalu ketika Satria Kala tiba di Batu Karas, dataran karang yang menjorok tinggi, menghadap Samudra Hindia yang bergejolak. Udara terasa panas dan kering di puncak karang, di mana energi bumi dan air bertemu dalam sebuah deklarasi geologis. Di atasnya, terhampar batu andesit purba, yang ditengahnya terdapat altar pengukir sumpah, ditandai oleh lubang-lubang kecil yang konon merupakan jejak Prana dari para leluhur raja-raja Sunda.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Crush Sang Kapten Basket

Crush Sang Kapten Basket

tanya Tari. “Suka banget. Aku dulu sering ikut lomba cipta puisi di Bandung,” jawab Alina sambil menunjuk buku kumpulan puisi milik Sapardi Djoko Damono. “Wah! Harusnya kamu gabung sesi puisi sore nanti!” Alina tersenyum. “Mau sih, tapi kadang aku juga suka nyelip-nyelip ngelirik ke lapangan basket.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Alvaro, Sang Penguasa Dunia

Alvaro, Sang Penguasa Dunia

"Sekalian tulis puisi pula. Kira-kira isinya begini." "Hidup, tetapi tahu kau telah tiada ...." "Itulah siksaan terbesar." "Kau tahu puisi itu sempat viral?" "Memang dasar laki-laki sialan itu," hardik Siti. "Sudah mati pun masih bikin orang patah hati." "Alvaro sialan." Lora mulai lagi sambil mengusap mata. "Kucari dirimu di langit, kucari di bumi, tapi di dunia yang seluas ini, nggak ada bayangmu satu pun.'"
9.6151.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Hanya barisan tulisan yang lebih mirip kumpulan puisi. Atlicorion, mempersembahkan pengabdian pada ceruk kaca samudera Menyianginya dengan kehidupan laksana surga dan memberi kebahagiaan yang mengalir deras dari sumbu-sumbu langit Perisai lima samurai senantiasa merangkulnya dalam kesatuan yang kekal Lingkaran pembatas dua arah yang menjaga Luxavar dalam terpaan alam yang maha kuat…
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Istri Badas VS Pelakor Keji

Istri Badas VS Pelakor Keji

"Dan Alam Pusaka adalah satu-satunya tempat yang bisa memberikan itu." Oma yang biasanya lembut, entah kenapa sekarang terdengar penuh kehati-hatian. "Aiden, Dea, kalian tahu betul bahwa Alam Pusaka adalah tempat yang penuh misteri. Tempat itu bukan hanya sekadar ruang dua dunia antara alam manusia dan gaib. Itu adalah tempat yang melindungi flora dan fauna yang terancam punah dan juga yang sudah punah. Itu bukan tempat yang bisa diakses sembarangan. Tapi, jika kalian merasa ini yang terbaik."
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Akhirnya setelah puas melihat danau mereka melanjutkan perjalanan. Hingga akhirnya mereka berdua sampai di puncak. Mata Amara membulat. Dia benar-benar takjub melihat pemandangan di depannya. Di balik perkebunan teh, terdapat lapangan luas yang ditumbuhi oleh bunga liar. Membuatnya sangat cantik. Berhiaskan danau sebagai latar belakangnya. "Tempat ini sangat cantik!" ucap Amara. Dia kemudian melihat Satria. Tatapannya benar-benar senang. "Terimakasih ya!"
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai puisi sunda tentang alam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status