Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya

Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya

Mungkin, Samuel bisa menunjukkan— —tunggu dulu. Apa? Menunjukkan apa, Sienna? Dan kenapa ... aku jadi penasaran sama cowok cupu itu? "Intinya, tolong refrain something like this to happen in our school. Dan kamu, sayang, harus secepatnya menyudahi bully-mu itu. Kamu enggak tau, Samuel itu sebenarnya adalah—hey! Sienna! Aku belum selesai bicara!" Langkahku berlarian meninggalkan gudang. Jo masih di sana, peduli setan. Rasa jijik pada pikiranku sendiri melebihi bersalahku saat ini.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai puisi tentang stop bullying
Tampilkan Ulasan (93)
Baca
+Pustaka
Rain (angg_rainy)
Terima kasih yang sudah baca Samuel-Sienna sampai tamat, hatur thankyou ...🫶🏿 Maaf jika masih ada typo dan kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan, cieh. Untuk yg mau baca karyaku yg lain, author ini multi nasional ko, eh multi platform, bisa di Novelt**n, Victi*, Dr**me, H*nov*l, dll
widurindriarti
Suka banget sma kombinasi keduanya Sienna awalnya sosok yang menguasai trnyata yg dy siksa stiap hari Samuel adl macan tidur. Kondisi berbalik Samuel yang menguasai permainan...... Very nice dark romance
Baca Semua Ulasan
Little Seducer

Little Seducer

"-itu suatu perilaku yang tidak baik, hanya anak-anak nakal yang melakukan seperti itu untuk menindas kaum yang lemah. Kalau Ella menjadi korban bullying itu, Ella tidak perlu takut. Karena, semakin Ella takut mereka semakin membuat Ella merasa terpojok." Rere berdehem dengan salah satu telunjuknya menyentuh dagu, terlihat berpikir. "Menurut Aunty, Si Bully ini seperti racun yang semakin lama akan semakin menggerogoti tubuh kita. Jadi, kita harus menghilangkan racun-racun itu. Jika, Ella merasa di rugikan maka Ella harus menjauh, Ella tidak boleh diam saja itu akan semakin membuat Ella meras lemah. Ella menjauh saja, tidak usah pedulikan apa yang dia bicarakan. Toh, mereka semakin lama akan
9.814.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai puisi tentang stop bullying
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

“Kau tak paham apa yang aku ceritakan, Rose! Manusia itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada manusia yang sempurna! Namun kita jangan biarkan diri kita lemah, di bully! Meskipun aku unggul bela diri tetap saja aku phobia ruang sempit. Kalau kau tak betah tinggal di pondok, kau bilang pada ayahmu! Mintalah pulang! Kalau kau tak pandai hafalan, bukan karena kau bodoh! Persetan dengan perkataan para pembully! Mereka seperti singa dan berani karena bersama kawanannya. Namun ketika sendiri mereka seperti seekor lembu yang kesakitan! Kau kesulitan hafalan, kau bisa belajar lebih giat lagi! Atau kau bisa pindah ke pondok lain yang tidak terlalu membebani santrinya hafalan.
10147.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai puisi tentang stop bullying
Baca
+Pustaka
Ketika Istriku Mulai Membangkang

Ketika Istriku Mulai Membangkang

Melisa kembali berteriak sambil menangis terisak. "Emang siapa yang ngebully kamu, Nak? Kamu nggak pantas buat dibully." Bu Lasmi memegang bahu anaknya. "Ya, Ibu bilang aku nggak pantas dibully, tapi spa yang dilakuin sana teman-teman di kampus, Bu? Ucapan mereka sangat menyakitkan hati aku! Pokoknya aku nggak mau kuliah lagi, kecuali kalo ibu sama Kak Yoga bersedia mau beliin aku mobil mewah buat bisa kubawa kuliah! Aku nggak mau hidup dalam Bullyan orang! Aku nggak mau hidupku direndahin sama mereka! Mereka semua bilang aku sok kaya. Mereka semua bilang aku suka pamer. Aku nggak mau Bu, kalo mereka terus-terusan bilang aku kayak gitu. Ibu nggak tahu gimana perasaan aku sekarang!" Melisa te
9.5242.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.7K kali sebagai puisi tentang stop bullying
Baca
+Pustaka
KEMATIAN MISTERIUS KELUARGAKU

KEMATIAN MISTERIUS KELUARGAKU

sambil mengejek dan menjulurkan lidahnya. Bu guru mempersilahkan rahel duduk kembali. Bu guru berpesan “anak-anak, jangan sekali-kali mengintimidasi atau membully seseorang walaupun ia berada di posisi terburuk. Tidak peduli sebaik apapun kondisi kalian, kalian tetap tidak berhak membully atau mengintimidasi siapapun, itu perbuatan yang tercela dan bisa berakibat fatal. Jadi diingat ya nasehat ibuk tadi” serentak siswa/I yang tidak sabar ingin segera keluar kelas itu menjawab “iya buk…!!!!!!!”
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai puisi tentang stop bullying
Baca
+Pustaka
Saat Aku Berhenti Menjadi Istrimu

Saat Aku Berhenti Menjadi Istrimu

Raksa berhenti sejenak. "B-Bapak akan melindungi saya, kan?" "Ngapain? Saya yang duluan lari lah," lanjut Raksa. Si iblis ini ngomong apa barusan? Dia lagi bercanda? Dengan nada seserius itu? Atau memang serius? Tapi si mulut beracun itu memang tipikal orang yang akan bertindak seperti itu. Dasar manusia tidak punya empati. Laras menganggukkan kepalanya, menyetujui kesimpulannya sendiri.
10737 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai puisi tentang stop bullying
Baca
+Pustaka
Ranjang Panas Sang Arjuna

Ranjang Panas Sang Arjuna

balas Ibu Sonia sembari menepuk pundak Nadia lembut. Di dunia ini tidak ada ibu yang akan tinggal diam jika melihat buah hatinya di bully walaupun dalam bentuk verbal. Itu akan lebih menyakitkan dan membekas seumur hidup daripada bully fisik. "Ibu tahu apa yang kamu khawatirkan, sekarang kita tunggu saja kabar dari Arjuna," bujuk Ibu Sonia menenangkan Nadia.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai puisi tentang stop bullying
Baca
+Pustaka
Misteri Bangku Kosong

Misteri Bangku Kosong

Dia kehilangan kekuatan hantunya dan menjadi murid biasa lagi. Dia berkata, Namaku Laura Pramesthi. Karena dia merasa bahwa gadis sempurna ciptaan orang-orang ini pasti akan terkenal dan banyak disukai, dia merasa iri. Sampai akhirnya, Laura sempurna ciptaan mereka ini menjadi sasaran bullying baru. Dia bertahan menerima siksaan yang tiada henti. Sampai suatu hari, murid pindahan baru menyebutkan pertanyaan itu.
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai puisi tentang stop bullying
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status