Penguasa Dewa Naga
Pria itu lalu bertanya dengan suara halus.
"Apa tujuan kalian ke sini?"
"Altar pemurnian, tetua," jawab Zimo dengan hormat.
Tanpa basa-basi, tetua itu menjentikkan jarinya, hingga altar di bawah Zimo dan Akara menyala. Sekejap kemudian mereka muncul di altar yang sama, namun di sekelilingnya berupa bilik-bilik ruangan yang berjejer rapi. Pintu-pintu itu tertutup, menyisakan satu pintu yang terbuka. Mereka segera berjalan ke sana.