Altair dan Sepasang Matahari
“Siapa?“ tanyanya pelan. Sungguh ia berharap suara ketukan itu berasal dari orang yang sedang ia nanti-nantikan kedatangannya. Bergegas ia melangkahkan kakinya ke depan, lalu dibukanya pintu kaca es bergaya Shoji dengan hati yang berdebar-debar. Segera dijumpainya sosok-sosok mungil yang berdiri dan berjejer rapi di depan pintu. Soni, Indra, Andre, Iqbal, Bayu... ia mencoba mengenali mereka satu persatu. Di belakangnya, Prabowo, sang pengasuh anak-anak panti itu menatapnya dan tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.
“Selamat ulang tahun, Mister Altair,“ ucap mereka kompak. Lalu mereka pun bersama-sama menyanyikan lagu ulang tahun untuknya dengan penuh ceria.
Altair lemas, kecewa, tetapi ju
Hot Chapters