SENTUHAN HARAM SUAMIKU
Tangan dan kakinya pun sama, terlihat bergerak-gerak, menyebabkan kain bedong sudah terbuka.
Kubungkus kembali tubuhnya, lalu membawanya ke pangkuanku. Kususui dulu sambil menunggu air untuk mandi panas. Setelah beberapa menit menyusu, aku menemplokan Putri di dada, menepuk-nepuk punggungnya pelan agar ia sendawa. Setelah terdengar suara sendawa dari mulutnya, aku kembali meletakkan Putri di atas kasur lipat. Aku berlari kecil ke dapur. Menuangkan air yang sudah cukup panas ke dalam bak mandi bayi di kamar mandi. Sabun, sampo bayi, aku jajarkan dulu agar nanti mudah saat memandikan Putri. Setelah siap, aku segera membawa Putri ke kamar mandi dan memandikannya. Sejak awal, Putri tidak pernah