Ada begitu banyak kutipan tentang rindu yang bisa membuat hati bergetar, masing-masing punya nuansa sendiri tergantung bagaimana perasaan kita saat membacanya. Salah satu yang paling sering bikin air mata jatuh adalah dari 'Pulang' karya Leila S. Chudori: 'Rindu itu seperti hujan. Kau tahu itu akan datang, tapi tak pernah bisa mempersiapkan hati sebaik-baiknya.' Rasanya relate banget ya, bagaimana kita tahu akan merindukan seseorang, tapi tetap saja sakitnya nggak bisa dihindari.
Lalu ada juga potongan puisi Sapardi Djoko Damono yang legendary: 'Aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.' Ini bukan sekadar tentang rindu, tapi juga tentang kehilangan yang begitu dalam. Sedihnya itu halus tapi menyayat, kayak perlahan-lahan ngeremukin hati dari dalam.
Jangan lupa sama quote dari 'Dilan 1990' yang bikin banyak orang mewek: 'Rindu itu berat. Seperti membawa tas berisi batu setiap hari.' Sederhana sih, tapi tepat banget nggambarin betapa rindu itu bikin kita merasa terbebani, tapi tetap aja nggak rela buat melepaskan beban itu. Aku pernah ngerasain kayak gitu pas jauhan sama sahabat deket, dan beneran rasanya kayak ada yang ngenyek di dada tiap hari.
Kalau mau yang lebih filosofis, ada kutipan dari 'Laskar Pelangi': 'Rindu adalah bukti bahwa jarak bukan hanya diukur oleh meter, tapi oleh perasaan.' Ini bikin aku mikir, kadang orang yang cuma beda kota rasanya lebih jauh daripada yang beda benua, tergantung seberapa dalam ikatan emosionalnya. Aku suka banget cara Andrea Hirata bisa ngungkapin konsep abstrak kayak gini jadi sesuatu yang bisa dibayangin dengan jelas.
Terakhir, ada satu lagi yang sering bikin merinding: 'Aku merindukanmu seperti laut merindukan pantainya; selalu bertemu, tapi tak pernah benar-benar menyatu.' Nggak tahu persis asalnya dari mana, tapi kutipan ini selalu berhasil bikin aku berdiam sejenak, membayangkan bagaimana hubungan antar manusia kadang memang seperti itu - dekat tapi tetap ada jarak yang nggak bisa diseberangi.