Posessive Husband
Tapi jangan lupa, kontrak itu masih berlaku.
Qaiyara menghela napas lega, rasanya seperti baru lolos razia. Namun rasa aman itu tak bertahan lama. Alina, yang duduk persis di sampingnya dan punya bakat alami sebagai intel dadakan, melirik layar ponsel Qaiyara dengan lihai. Ia langsung menyenggol lengan sahabatnya sambil berbisik heboh, “Bujug buset, minta izin nongkrong aja kek ngirim pesan pengajuan ACC skripsi, panjang amat!”
Qaiyara kaget bukan main. Tangannya refleks menutup layar ponsel seolah menyembunyikan rahasia negara. “Dih, mata lo jelalatan, deh!”
Hot Chapters