Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat
Mak Sarmi yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara, suaranya bergetar, mencoba menenangkan situasi.
"Sudahlah, Tedy. Tarji juga gak bermaksud begitu. Jangan perpanjang masalah." Mak Sarmi tak ingin suasana semakin runyam.
Namun, Tedy tak mau mendengar. Baginya, masalah ini bukan hanya soal hutang atau motor, tapi tentang tanggung jawab yang diabaikan dan kesalahan yang dilimpahkan pada orang yang tak bersalah.
"Bukan soal Lia atau motor, Mak. Ini soal Mas Tarji yang selalu kabur dari tanggung jawabnya. Semakin Mamak membelanya semakin dia tidak akan mau belajar bertanggung jawab atas keputusannya sendiri."