Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
tanya Arvendra lagi.
“Tentu. Kalau udah serius, aku nggak main-main.” Zafran menyahut lagi, tidak ingin kehilangan kesan baik, padahal dia agak risih menjawab pertanyaan itu.
“Bagus, berarti kamu paham ya, tanggung jawab bukan cuma soal kerjaan.” Arvendra menatap Zafran lurus, nada suaranya menurun setengah oktaf. “Karena kalau main di proyek orang, gagal bisa dibayar. Tapi kalau main di hidup orang, harga yang harus dibayar bisa jauh lebih besar.”