Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

Mey lebih suka duduk di meja kecil dekat dapur, katanya biar gampang refill kopi dan ngemil. “Boleh aku bilang sesuatu tanpa kamu tersinggung?” tanya Rafael sore itu, sambil ngelirik tumpukan file di meja Mey. “Silakan, tapi aku nggak janji nggak tersinggung.” “Kamu tuh chaos banget, sumpah. Meja kamu kayak battlefield.” Mey ngakak. “Dan kamu OCD banget. Kertas miring lima derajat aja kamu rapihin.”
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 508 kali sebagai rak meja
Baca
+Pustaka
Asisten Kesayangan CEO Angkuh

Asisten Kesayangan CEO Angkuh

Map kuning itu diletakkan Raka di atas meja bersebelahan dengan laptop Rara. Rara bergegas mematikan laptopnya dan mulai merapikan mejanya sendiri. "Sudah. Biarkan aku saja yang melakukannya. Kamu bersiap-siap saja." Raka mengambil alih kegiatan Rara. "Tidak apa-apa. Hanya merapikan meja saja. Tidak sulit. Saya sudah terbiasa melakukannya." "Mari kita melakukannya bersama-sama. Biar lebih cepat selesai." Raka membantu membereskan dokumen dan menyiapkan tas Rara.
12.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 463 kali sebagai rak meja
Baca
+Pustaka
Kuasa Rahasia Suami Dadakanku

Kuasa Rahasia Suami Dadakanku

“Maaf, Pak. Bagi kami, semua tamu di sini sama. Bapak ini datang lebih dulu, jadi silakan pilih meja lain agar tidak mengganggu pengunjung lain.” Wajah Rafael semakin merah. Ia ingin protes, tapi wanita di sampingnya menarik-narik tangannya. “Rafa, ayo kita cari meja lain saja.” Rafael menatap nyalang ke arah Tyo dan Gladys secara bergantian. Dadanya terlihat naik turun cepat, seolah ada api berkobar di dalamnya. Namun, kemudian ia berbalik dan melangkah pergi dengan kasar. Bukan menuju meja lain, tapi ke arah pintu.
1052.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai rak meja
Baca
+Pustaka
Mendadak Dinikahi CEO Galak

Mendadak Dinikahi CEO Galak

“Aku siapin dulu ya. Sekarang kamu cari meja dulu aja, nanti aku antarin.” “Oke, siap. Aku mau pesan jus mangga juga, antarin sekalian ya.” “Sip,” jawab Arka seraya memberikan jempolnya. Risa kemudian mencari meja yang masih kosong dan senyumnya terangkat ketika menemukan satu yang kosong di ujung. Namun saat hendak menduduki tempat itu seorang pria kebetulan datang bersamaan dengan Risa.
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai rak meja
Baca
+Pustaka
Oleh-oleh Perjalanan Dinas Suamiku

Oleh-oleh Perjalanan Dinas Suamiku

Pak Brahma tiba-tiba berdiri dari kursi, dan berjalan memutari meja menuju pintu ke luar. Aku mengekor di belakang Pak Brahma, tapi kemudian ia memintaku berjalan beriringan di sebelahnya. Kami melangkah memasuki sebuah ruangan yang lebih lega, di mana para staf terlihat kasak-kusuk sambil menatap ke satu arah. Hampir tak dapat menahan senyum, tatkala kulihat Mas Raka duduk di balik salah satu meja kerja yang berada di barisan paling depan meja kerja lainnya.
9.727.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 919 kali sebagai rak meja
Baca
+Pustaka
365 Hari Jadi Istrimu

365 Hari Jadi Istrimu

Raka memilih meja di sudut yang paling gelap, terlindung oleh sekat bambu tipis. "Duduk, Ka. Jangan kaku begitu," ucap Raka sambil menarik kursi kayu. Wajahnya tenang, terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja muncul kembali setelah bertahun-tahun menghilang dengan dendam.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai rak meja
Baca
+Pustaka
Dekap Cinta Suami Pengganti

Dekap Cinta Suami Pengganti

“Tidak apa-apa. Rumahmu rapi.” Raka duduk dengan hati-hati, seolah takut merusak sesuatu. Keranjang buah dia letakkan di atas meja. Annasya duduk di seberangnya. Jeda. Canggung. “Chika, ayo sapa Om Raka.”
10500 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai rak meja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status