Sekretarisku Jilbaber
ucap Tanai agak terbata.
"Mengapa kau agak gugup?" tanya Annisa santai.
"Tidak Bu, sama sekali tidak gugup, ada lagi Bu yang mau ditanyakan?" Rania seperti buru-buru ingin mengakhiri obrolannya dengan Annisa.
"Ada, bisa kan?"
"Boleh Bu, boleh banget," ucap Rania tertawa hambar.
"Jadi, Raka itu anak kamu, dari suami yang pertama?"
"I-iya Bu, yang pertama," dusta Rania.