Ditolak Sopir Miskin
Ratu tersenyum, lalu membuka mata.
“Fajar, apa kamu tahu, aku sedang memikirkanmu?” tanyanya. Kemudian ia kembali menutup mata. Merasakan kerinduan yang syahdu, yang kini hadir memenuhi rongga hati.
Puas berdiri di balkon rumah, Ratu masuk dan menutup semua pintu. Dimasukkannya jam tangan dan surat pemberian dari Fajar ke dalam kotak khusus, kemudian diletakkannya di atas nakas. Perempuan itu tampak sibuk membuka laci, mencari sesuatu. Ia tersenyum, saat menemukan sebuah buku catatan dan pena, lalu mengambilnya. Ratu melangkah menuju meja kerja, kemudian duduk di sana. Dengan lincah, jemari lentik itu mulai menuliskan sesuatu di sana.
Bab Populer