Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Andromeda

Andromeda

Penyakitnya anehnya kumat kembali. "Jadi lo yang namanya Andromeda?" tanyanya lagi tidak percaya. "Lo budek as*. Gue udah bilang Andromeda gue," aku maju dari belakang tubuh Rafael. "Ada masalah apa lo sama kita. Kita gak pernah melanggar wilayah yang sudah disepakati." Kali ini Bima yang berbicara. "Alah anj*ng baku hantam aja lah. Udah gatal tangan gue, pengen mukul muka dia," kataku menunjukan laki-laki itu.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
JandA

JandA

Ucap Melda lirih. "Saya orang yang perhitungan, Nona Melda! Saya tak mau perusahaan ini mengeluarkan uang percuma hanya untuk menggaji atasan yang tak becus dan pandai mengurus karyawannya! APA KALIAN SEMUA DENGAR ITU! AKU, ALINE ANDERSON, PEMILIK SEKALIGUS PEMIMPIN ALINE PUBLISHING AKAN SEGERA MEROMBAK SEMUA KEPALA DEPARTEMEN YANG ADA DI PERUSAHAAN INI!"
105.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
Petaka Reuni

Petaka Reuni

Ia berharap bisa menemukan penginapan setelah menerima uang pinjaman dari Sandra. Villa tersebut berada di pedalaman. Pom bensin, beberapa rumah makan, serta minimarket yang buka dua puluh empat jam juga berjarak sekitar dua ratus meter. Kirana berdiri di belakang Sandra dengan tidak sabar. Ia ingin mengambil uang itu lalu segera meninggalkan villa. "Tuh, ada Ranti!" tunjuk Sandra. Benar saja ucapan Sandra. Ternyata dia benar-benar mengadakan reuni untuk merayakan ulang tahunnya. Kirana sempat berpikir kalau Sandra berbohong.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
A DEAL

A DEAL

Ia merasa bingung dengan pernyataan Argha. Merasa sedang ditatap, Argha menoleh. "Kenapa?" Alisa menggelengkan kepala. "Nggak, cuma bingung aja. Kok tiba-tiba lo ngomong gitu?" "Ya gapapa, sih. Gue cuma nggak mau nanti kalian salah paham dan ngeledek gue yang nggak-nggak." Alisa mengangguk paham dengan penjelasan Argha. Tiba-tiba rasa cemburunya perlahan sirna saat Argha datang dan berkata bahwa ia tak memiliki hubungan lebih dengan Christy. Alisa mengangguk sembari tersenyum pada Argha. Argha yang melihat senyuman Alisa langsung terpanah.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
UNSTABLE RELATE

UNSTABLE RELATE

Setidaknya aku mengetahui bahwa dirinya tidak marah padaku atau merasa dikhianati. Akhirnya kami sampai di sebuah restoran, kali ini Stefan tidak mengajakku ke restoran western. Dia mengajak ke sebuah restoran bertema Flora. Karena banyak jenis bunga di restoran tersebut. Terlihat dari luar sudah menyuguhkan bunga-bunga dari luar negeri. Misal bunga Camellia yang berasal dari China serta replika bunga Sakura yang berasal dari negeri matahari terbit yaitu Jepang. Sepertinya Stefan mengetahui apa kesukaanku, aku sangatlah menyukai bunga. Sehingga dia mengajakku makan ke sebuah restoran dengan penuh bunga seperti ini.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
Revansha

Revansha

"Ada. Seblak kan pedas, lihat aja tuh muka si Karin, kayak kuas seblak. Merah padam." "Enak aja lo kalau ngom–" Andre ikut jengah melihat keadaan di depannya. Cowok itu mengurut pangkal hidungnya. "Karin, Radit! Bisa nggak kalian akur dulu untuk kali ini aja, demi keberlangsungan acara 17 agustusan tahun ini." "Gue, sih, tergantung Karin." Karin membuang muka malas. "Gue? Bisa, kok," sahutnya dengan nada kesal.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
REVEAL

REVEAL

"Iya, nih. Tapi lo sempet kebasahan gak? Tunggu reda dulu ya, jangan hujan-hujanan." "Basah dikit doang kok, iya ini saya tunggu reda dulu. Nanti kalau udah agak reda saya sama Rafa langsung ke rumah kamu," jelas Rasen. "Ya udah, lo berdua hati-hati ya. Awas kalau ada gledek atau petir matiin aja hpnya atau mode pesawatin." "Iya, Na. Saya tutup ya? Assalamualaikum," pamit Rasen memutus sambungan teleponnya.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
DERREL

DERREL

Apalagi di halaman belakang sudah rusuh Emang paling anjing namanya anak muda Maunya seneng-seneng tapi mau yang murah Maboknya dimana nanti lanjut kemana Engga capek-capek tiap minggu acara Mereka berjoget bahkan Derrel dan Devin juga ikutan walaupun mereka hanya menggelengkan kepalanya sambil memegang gelas yang berisi bir. Mereka membuat konten yang akan mereka masukan ke dalam i*******m milik Petrios yang pengikutnya sudah mencapai 2 juta followers. Dan akan dimasukan juga ke tiktok.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
RED CROWN

RED CROWN

tanya Citraloka, pandangannya mulai memandang anaknya yang tengah berdiri dengan tetap mengenakan pakaian dengan motif berwarna merah maron. “Merah maron? Apa sebenarnya yang dia inginkan?” tanya Citraloka, bergumam. Para pelayan yang tadi memberitahu Cantaka mengurungkan niatnya memberitahu arti dari warna tersebut kepada Citraloka. Mereka sadar, Citraloka jauh memahami makna yang ada di pakaian Cantaka ketimbang para pelayan ini. “Pergilah!” tegas Citraloka, para pelayan itu mengangguk dan pergi melangkah tegap meninggalkan ruang perawatan.
108.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai redest
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status