Dinikahi Mas Pandu
"Iya. Biasa lah, pelakor, apa lagi. Saya sampai ikut nenangis. Nih ya, saya kasih saran untuk kalian semua. Suami itu, kalau kita nggak bener-bener jaga dan kasih apa maunya, biasanya gitu, suka sok-sok ngambek, ujung-ujungnya iseng kenalan sama entah siapa pun cewek di luar sana, dan berujung main belakang.
Makanya, saya suka nasehatin kalian, kan, suami kita orang lapangan rata-rata, bergelut sama pekerjaan keras, nggak sedikit yang beresiko, kayak yang di tengah laut. Itu resikonya besar."
Deg. Zita merasa tersindir, tapi bukan sengaja Rima menyindir, memang dirinya saja yang merasa.
"Bu Rima, maaf, emang resikonya apa?" Zita akhirnya bersuara.