Sisa Takdir
Hujan akhirnya jatuh, rintik pertama mendarat di kulit Caine, dingin dan kasar seperti cambukan.
Dia mendongak sekilas langit menghitam, awan bergulung berat, dan air mulai menghujani tanah dengan deras. Api kecil yang tadi ia buat seketika padam, hanya menyisakan asap tipis yang terhempas angin. Caine segera memeluk Elian lebih erat, melindungi tubuh lemah itu dari hujan yang memburuk.
"Sial," gumamnya pelan. Dia tidak bisa tinggal di sini. Elian terlalu rapuh untuk terkena hujan suhu tubuhnya sudah rendah, dan bila dibiarkan, nyawanya bisa melayang sebelum pagi.
Sikat na Kabanata