Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENGEJAR CINTA TUKANG KAYU TAMPAN

MENGEJAR CINTA TUKANG KAYU TAMPAN

Suaranya datar, tapi ada senyum samar di sudut bibir. Chatrine terkejut sejenak. Liam memegang sebuah keranjang rotan, di dalamnya tertata roti gandum buatan ibunya, potongan keju segar, selai stroberi rumahan, beberapa telur rebus, dan satu gelas kecil berisi susu hangat yang ditutup kain agar tidak tumpah. “Kau… membawakan ini untukku?” tanya Chatrine, nada suaranya terkejut sekaligus hangat.
1021.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 800 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Pria Tepat Untuk Karina

Pria Tepat Untuk Karina

Rupanya toko ini menjual beberpa roti dengan banyak isian yang baru aku temui. “Hari ini kami punya menu spesial, ada salami dengan saus balsamic, dan roti lapis dengan isian udang panggang.” Ujar wanita yang tersenyum ceria padaku. Perutku semakin lapar, setelah mencium aroma makanan lezat ini. Aku mengacungkan dua jari “Aku pesan keduanya, dengan satu yogurt dan satu acar timun.” Aku memberikan kartu kreditku.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Perempuan Kopi

Perempuan Kopi

Lalu matanya mulai tertuju pada satu titik di sebuah toko roti yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri. laki-laki itu tersenyum, lalu ia mulai menghampiri toko roti tersebut. “Permisi, Mbak?” sapanya ramah pada si penjaga. Dia seorang perempuan manis dengan rambut digelung. “Silakan, Pak.” “Roti apa yang paling enak di sini?” tanyanya. “Ada coffee caramel dan tiramisu, Pak.” “Saya boleh pesan dua dua, ya.”
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Menjadikanmu Milikku

Menjadikanmu Milikku

"Perlu aku ambilkan?" Pertanyaan Resty membuat Ava mendongak. Ia menggeleng. "Tidak." Cepat ia meraih roti di hadapannya. "Ini adalah clark street sour dough with avocado and pimento cheese." Seperti mengerti kebingungannya, Resty menjelaskan tanpa diminta. "Hanya roti yang dioleskan dengan alpukat dan keju. Sarapan yang biasa kami makan. Ini adalah menu yang paling bisa diterima lidah kamu."
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Dimanja Om Tampan

Dimanja Om Tampan

Keluhnya pelan sambil duduk di hadapan Lilly. Matanya memancarkan kepedihan yang tak terucap, mencoba menyembunyikan kerapuhan di balik topeng ketegasan. Lilly tidak menanggapi. la membuka rantang dan menyajikan makanan yang berisi nasi, sayur bayam bening, dan telur balado. Makanan itu jauh dari kata mewah, bahkan kesederhanaannya pun tidak terasa bagi mereka yang pernah hidup serba berkecukupan.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Lamar Kakak, Nikahi Adiknya

Lamar Kakak, Nikahi Adiknya

kata Reza sambil menunjuk salah satu daftar di buku menu, “sebenarnya punya potensi besar. Tapi pelanggan sering bilang harganya terlalu mahal.” Aisyah memandangi menu itu dengan seksama. “Kalau menurut Mas, kenapa mereka bilang mahal?” “Karena bahannya premium,” jawab Reza. “Tapi Mas yakin, rasa dan kualitasnya sepadan.” Aisyah mengangguk pelan, lalu berkata, “Kalau gitu, mungkin yang harus diubah bukan harganya, Mas, tapi cara promosinya. Kalau pelanggan tahu bahan dan prosesnya, mereka mungkin bakal lebih nerima harga itu.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
ISTRI SEMPURNA DI HIDUP KEDUA

ISTRI SEMPURNA DI HIDUP KEDUA

Etalase penuh dengan roti-roti lucu, croissant isi stroberi, dan kue keju mini yang tampak menggiurkan. Maia menunjuk beberapa jenis roti pada pelayan, “Yang ini dua, yang di sana tiga. Oh, dan tambahkan yang almond butter juga!” “Ada acara spesial, Nyonya?” tanya si pelayan ramah. Maia hanya tersenyum. Tapi Mariana yang menjawab, “Nyonya saya mau berkencan dengan suaminya,” Pelayan tertawa kecil, “Wah, romantis sekali…”
1028.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 797 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Rujak Pedas di Muka Istriku

Rujak Pedas di Muka Istriku

“Yey, bukannya minta didoain biar cepat dapat istri.” “Aamiin, doain lah. Lama-lama basi juga gue sendiri terus.” “Tapi masih aktif kan, Mas?” tanya Imam. “Somplak!” Radit menoyor kepala Imam. “Buatin coco melon, babana chese, sama sweet stroberry dong. Masing-masing tiga ya.” “Hadeh, bayar kan?” “Ini stand gue, Riani.” “Eh, iya, lupa.”
9.227.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 694 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Accidentally Married

Accidentally Married

“Kenapa?” “Bawaan bayi,” balas Rumi yang pagi ini sarapan dengan roti panggang, dengan telur ceplok di atasnya. Ia kembali mengunyah rotinya, dengan bibir yang merengut pada Dandi. Ini sudah roti keempat, tetapi perutnya belum terasa kenyang. Dandi langsung memeluk Rumi dari samping dan tidak memedulikan ocehan sang istri. “Habis sarapan ki—”
1054.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali

Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali

Amara menarik lengan Ravi sambil berlari ke arah toko kecil itu. Ravi pasrah dan hanya bisa mengikuti Amara. Hanya dalam beberapa detik, dua orang itu sudah berdiri di depan toko kecil tersebut. Pemilik toko memberikan satu per satu siswa barang yang diambilnya dari etalase kaca. Itu adalah camilan kecil yang dikemas dengan indah dan tersedia dalam berbagai warna, namanya Permen Cita-Cita. Slogan iklannya adalah "Mau nilai tinggi? Makan Permen Cita-Cita."
9.7786.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31.5K kali sebagai roti lamaran
Tampilkan Ulasan (158)
Baca
+Pustaka
Lilis
Mirip dgn grace dan william. Tp utk karakter dingin, sinis dan balas dendamnya lebih suka grace, lebih menggigit, dan tepat sasaran. kalo violet kayak lebih banyak memaklumi. Tapi gak tau juga sih violet selanjutnya gmn, krn baru baca sampe bab 106. Moga2 violet lebih garang lagi ke romeo kedepannya
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status