DOWN UNDER DOWN
“Begitu aku keluar dari sini, aku nggak bakal bisa lagi mandi air hangat tiap hari. Di tempat tinggalku nggak ada bathtub, shower apalagi air hangat buat mandi. Adanya cuma bak penampung air, toilet jongkok, ember dan gayung. Kamu tahu, aku juga pernah tinggal di tempat yang kamar mandinya dipakai bareng. Kadang kalau ada yang lupa nyiram habis pakai, bau banget.”
Nial mengerutkan dahi. Sepertinya dia tengah membayangkannya dan kemudian merasa jijik. “Harus ya kamu ngomongin hal-hal jorok saat lagi makan?”
“Aku cuma jelasin yang harus kamu tahu kok.”
“Memangnya kamu stress selama tinggal di sini?” dia bertanya.
“Kamu sama sekali nggak sadar?”
Dia mengerutkan dahi. “Aku menghindar supaya kamu
Hot Chapters