Bayangan Kelam
Dengan gemuruh keras, pintu tua itu berderit, mengeluarkan suara yang seakan membawa Anisa lebih dalam ke dunia yang belum pernah ia kenal sebelumnya.
Di dalam, ruangan itu gelap, hanya diterangi oleh sedikit cahaya yang masuk dari celah-celah di dinding yang sudah rapuh. Arya berdiri di sudut, mengenakan pakaian serba hitam yang tampak menyatu dengan bayang-bayang di sekitarnya. Tatapan matanya yang tajam langsung mengunci Anisa, membuatnya merasakan hawa dingin yang menyusup ke tulang.
“Aku senang kau datang,” suara Arya terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang lain dalam nada bicaranya kali ini sebuah ketegangan yang belum pernah Anisa rasakan sebelumnya.
Bab Populer