Ujung Senja
Sementara seluruh tabunganku sudah habis untuk membeli rumah ini, tentu saja kalau memang deal nanti.
“Mama enggak suka?” Mega mungkin dapat membaca raut wajahku.
“Bagus, sih ....”
“Tapi rusaknya banyak banget.” Meri menyambar. “Kamu lihat, Meg. Gentengnya banyak yang sudah lepas, asbes juga. Lantai pecah-pecah. Kamar mandinya juga, aduh, pasti butuh banyak biaya, Meg.” Meri seperti tahu isi hatiku. Dengan tepat dia menjabarkan keberatan dalam pikiranku.
Bab Populer