Mayat di Atas Ranjang
“Kamu masih suka mengajukan banyak pertanyaan, masih tetap cerewet, Cah Bagus. Apa menurutmu tempat ini memang seburuk itu? APa iya? Menurutku ini tidak buruk-buruk amat, kok. Ya, meski sebenarnya aku pun belum tahu seperti apa sesungguhnya neraka. Tapi, inilah rumahku dan kau bisa menganggapnya sebagai rumahmu sendiri. Silakan.”
Hendi menggeleng cepat-cepat. “Enggak usah, makasih. Aku sudah punya rumah sendiri, dan aku ingin segera pulang kalau kau mau memberi tahu jalannya.”
“Rumah yang mana? Rumah berhantu yang dibangun ayahmu dari darah para perawan tanpa dosa itu?” Tidak ada nada mengejek dari pertanyaan Anggita, tidak seperti Kanjeng Ratu. JIka Kanjeng Ratu yang menanyakan itu, pasti s
Hot Chapters