Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami
“Ma-maaf, Pak.“
“Sudahlah! Mulai malam ini ikut tinggal di rumah saya, tidak perlu ke toko lagi. Di rumah ada banyak pekerjaan. Setidaknya sampai utang itu lunas!“
“Ba-baik, Pak.“
***
Aku turun dari mobil yang dikendarai bosku, dan berdiri di depan halaman rumah, bangunannya tidak terlalu besar, hanya saja halaman rumah begitu luas dan dipenuhi beberapa tanaman.
“Ayo masuk! Saya tunjukkan kamar kamu!“
Aku melangkah mengekori atasanku itu, dari masuk rumah sampai berhenti di depan sebuah kamar aku tidak menemukan orang lain selain atasanku.
“Ini kamar kamu, kamar mandinya ada di belakang. Rumah ini kecil, tapi di setiap sudut saya pasang CCTV. Kamu harus jaga diri, kalau tidak, saya tidak seg
Bab Populer