BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK
“Kak Moza, kan, baru datang. Jadi, belum sempat mencari tempat tinggal. Mungkin untuk sementara waktu. Kak Moza mau menginap di hotel saja. Setelah itu, baru mencari kos-kosan. Ya, syukur-syukur kalau ada rumah yang dikontrakin.”
“Oh, iya, yah. Lisa lupa kalau kak Moza baru tiba di kota ini. Hehe,” sahut Lisa sambil tersenyum lebar.
Beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai di lantai tiga, ruangan itu terlihat sangat luas dengan beberapa pintu ruangan yang berjejer tertata rapih. Dan beberapa bunga tertata indah dalam pot yang setia menghiasi ruangan.
Hot Chapters