SISA CINTA UNTUK ISTRIKU
Suaranya pun naik bebetapa oktaf.
"Aku tahu kalian memang tidak sama, dan tidak akan pernah sama. Aku hanya ingin kamu jujur, Maura." Tekanku lagi.
"Tidak, Mas. Aku bilang tidak, ya tidak." Maura masih kekeh dengan pendiriannya.
"Jika ini yang pertama, kamu akan merasa kesakitan. Bahkan Mutia sampai berdarah saat pertama kali kami melakukannya. Dan kamu tidak, tidak ada selap*t d*ra, tidak ada darah, tidak kesakitan. Apa lagi? Mau alasan apa lagi?" Aku berteriak lebih kencang dari sebelumnya. Mengacak rambutku frustasi.
Hot Chapters