Neraka untuk Adik Madu
"Kau mengingatnya sekarang? Kau mengatakan hal itu dengan mata terpejam dan bibir tersenyum, seolah-olah kamu sedang terbuai di dalam anganmu."
dada ini terasa sesak, seperti ada bongkahan batu besar yang menghimpit dadaku. Rasa sesak kian terasa, hingga ciptakan cairan bening yang memenuhi kelopak mata. Sedetik kemudian, cairan bening itu menjadi buliran-buliran bening yang bersarang di sudut mata. Hingga akhirnya...,
Tes!
Air mata terjatuh dengan sendirinya.
ตอนยอดนิยม