Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Culun sang Raja Kampus

Istri Culun sang Raja Kampus

lirih Aditya, mengulas senyum di akhir ucapan nya. Dita mematung. Saraf-saraf di otak nya seketika tak bekerja dengan baik, kalimat yang baru saja terucap dari bibir Aditya seperti sebuah suntikan mematikan, yang mampu membunuh semua fungsi organ di dalam tubuh nya. "Dit---." Suara lembut Aditya, menyapu hingga cuping telinga nya, membuat Dita kembali pada dunia nya. Tak sanggup menahan gemuruh hebat di dalam dada nya, air mata itu-akhir nya meluncur bebas dari ke dua pupil mata nya. Sekali lagi Aditya kembali menyentil hati, dengan apa yang dia ucapkan.
1022.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 491 Beses bilang kata-kata air mata jatuh tanpa bicara
Read
+Library
Bangkitnya Istri yang Terbuang

Bangkitnya Istri yang Terbuang

kata Citra dengan senyuman, tetapi air mata haru terus berkejaran di sana. "Alhamdulillah, barakallahulakuma wabara 'alaikuma wajama'a bainakuma fiikhair," ujar Maira sembari menghapus perlahan-lahan air mata yang keluar dari manik lentik Citra.
1053.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.9K Beses bilang kata-kata air mata jatuh tanpa bicara
Read
+Library
Kurelakan Surga Untuk Maduku

Kurelakan Surga Untuk Maduku

ucap mama. Sekuat hati ku tahan air mata yang sudah mendesak untuk jatuh, sedari tadi aku berusaha bicara santai agar tak terbawa perasaan. Tapi, Kata-kata mama barusan, seperti anak kunci yang membuka pintu air mataku.
106.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 204 Beses bilang kata-kata air mata jatuh tanpa bicara
Read
+Library
Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Air Mata si Kupu-Kupu Malam

"Berengsek kamu!" Laura sudah tak dapat berkata-kata lagi. Wanita itu lantas berlari-lari kecil menuju keluar gedung seiring dengan air matanya yang sudah tak terbendung. Dia berjalan sambil terus menunduk tak memedulikan tatapan menjijikan itu.
10987 viewsOngoingIdinagdag sa Library 32 Beses bilang kata-kata air mata jatuh tanpa bicara
Read
+Library
Tawanan Cinta Sang Penguasa

Tawanan Cinta Sang Penguasa

Air mata menggenang di pelupuk mata Hiriety. Namun ketika akhirnya jatuh, air mata itu tidak menjerit. Ia jatuh dalam keheningan yang begitu sunyi… air mata yang tidak butuh saksi, karena kesedihannya tidak bisa diterjemahkan dalam kata-kata. Air mata itu adalah kesadaran. Luka yang tahu: aku sudah menduganya… tapi kenapa masih terasa seperti petir? Marco mendekapnya.
1014.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 585 Beses bilang kata-kata air mata jatuh tanpa bicara
Read
+Library
Cinta Cita

Cinta Cita

Ucapan itu terlontar begitu saja dari mulut Kasih. Bibir Cita mengerucut. Malam ini, air matanya benar-benar tidak bisa terbendung dengan semua sikap Kasih. “Aku nggak mau nangis lagi,” ucap Cita mulai terisak dan kembali mengusap air matanya. “Nanti jelek.” Kasih berdecak dan meletakkan gelas es krimnya yang sudah mencair. Kali ini, ia membantu mengusap air mata Cita, seperti yang pernah dilakukannya ketika sang adik masih kecil.
9.941.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang kata-kata air mata jatuh tanpa bicara
Ipakita ang mga Review (29)
Read
+Library
Callah
kk othoorr..... baru keinget niyh duta sm dewi august lee aja kali yaa.... si dewinya dewa blm kedengeran ceritanya niyh hehhe... btw cerita kasih sendiri ada ga ya? smpe bab 17 mshbga diliatin siapa suami kasih... nebaknya awan siyh kandidat paling berpeluang hehhe bener ga kak?
herka ratri
nggak kerasa, bentar lagi ending, setelah bendarah darah akhirnya cita bisa bahagia di tengah tengah orang orang yang menyayanginya.. ditunggu cerita selanjutnya mbak beb kanietha.. siapa ya kira kira?berharapnya sih cerita nando, karena di selalu lewat di cerita lain dengan kejombloannya.. : D
Basahin ang Lahat ng Review
Jerat Cinta Sang Langit

Jerat Cinta Sang Langit

Wajahnya lurus menatap air terjun. Gemericik air terjun dan degup jantung Langit seakan berkejaran. Ia menunggu, berharap Bumi memulai pembicaraan. Hal yang tak mungkin sepertinya. Akhirnya.... “Maaf,” hanya itulah yang keluar dari mulut Lagit. Ditatapnya wajah Bumi lekat. Tak ada jawaban, kebekuan yang makin membeku. Diam. Bumi tak mempedulikan ucapan Langit. Sepertinya Bumi sama sekali malah tak mendengar apapun.
1015.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 420 Beses bilang kata-kata air mata jatuh tanpa bicara
Read
+Library
Penyesalan Seorang Komandan

Penyesalan Seorang Komandan

Tawa itu terdengar kering dan getir, seolah menyimpan ejekan yang tidak berkesudahan. "Memang nggak ada gunany," katanya sambil tertawa getir, sementara air mata terus mengalir di pipinya. "Kamu memang nggak percaya. "Kalau memang nggak sanggup menepatinya, jangan pernah memberi harapan."
7.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 189 Beses bilang kata-kata air mata jatuh tanpa bicara
Read
+Library
Jeritan Hati Istri yang Tak Pernah Dicintai Sepenuh Hati

Jeritan Hati Istri yang Tak Pernah Dicintai Sepenuh Hati

Keheningan yang biasanya datang setelah air mata mengungkapkan semua hal yang tidak mampu diucapkan oleh kata-kata. Saat Lydia akhirnya mulai merasa tenang, Anisa mengusap sisa air mata di pipi sahabatnya itu dan berkata pelan sambil tersenyum tipis, "Kamu tahu, aku nggak datang ke sini hanya untuk menangis bersamamu." Lydia berkedip sambil terus menghapus air matanya sendiri. "Maksudmu?" Anisa tersenyum sedikit lebih lebar dan ada kilatan malu-malu di matanya. "Aku ... punya banyak hal yang mau cerita padamu."
10101.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 2.1K Beses bilang kata-kata air mata jatuh tanpa bicara
Read
+Library
Cinta Terakhir

Cinta Terakhir

“Mama tidak apa-apa, Sekar. Hanya sedih sedikit saja.” “Mama bohong! Kata Kak Noe, puncak kesakitan seorang wanita adalah ketika dia menangis tanpa suara. Hanya air mata yang mewakili segala perasaan yang remuk redam.” “Benarkah? Kapan Kak Noe bicara seperti itu?” “Saat aku bercerita sama Kak Noe kalau Mama sekarang sering menangis sendirian di kamar.”
101.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 55 Beses bilang kata-kata air mata jatuh tanpa bicara
Read
+Library
PREV
123456
...
10

Mga Madalas Itanong

Ada sesuatu tentang hujan yang selalu membuatku ingin menulis. Mungkin karena tetesannya seperti kata-kata yang tak terucap, jatuh pelan tapi membekas. Untuk menulis tentang hujan sedih, aku suka membayangkan diri sebagai genangan air di trotoar—diam, tapi menyimpan seluruh langit dalam bayangannya. Cobalah menangkap detil kecil: bau tanah basah yang menusuk nostalgia, suara rintik di atap seng yang seperti bisikan rahasia, atau bagaimana lampu jalan berkilauan samar dalam kabut basah. Jangan takut menggunakan metafora yang tak biasa, misalnya 'hujan hari ini adalah mantan yang pulang tanpa permisi, membasahi kenangan yang sudah kutinggalkan di teras'.

Kuncinya adalah jujur pada perasaan sendiri. Kadang aku menulis sambil mendengarkan rekaman suara hujan atau melihat foto-foto lama saat musim penghujan. Hujan bukan sekadar latar—ia adalah karakter yang bisu tapi penuh cerita. Terakhir, biarkan kata-kata mengalir seperti air di talang yang bocor; tidak perlu terlalu rapi, justru ketidaksempurnaan itulah yang membuatnya manusiawi.

I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status