Metamorfosis Anak Yang Terlihat Bodoh
Lantas, dia menghardik dengan kasar, “Kau gak pantas berada di sini, tauuu!”
Daaap! Kata-kata hinaan anak itu langsung menohok ulu hatiku, rasanya sakit bukan kepalang! Apalagi lihat dia menutup lubang hidungnya dengan punggung jari telunjuknya, seperti lihat seonggok sampah padaku, begitu dia melintas di depanku. Siapa yang tak panas hatinya, dihina begitu rupa? Darahku sempat mendidih dengarnya. Kemudian, kulihat lirikan dan cibiran sinis yang menghiasi wajah itu anak. Huuuh! Gigiku gemeretak, menahan geram. Ingin rasanya meremas itu bibir untuk beri pelajaran, biar hilang keangkuhan anak yang tak tahu adat itu. Keinginanku itu membara dalam hatiku. Tapi, aku tersentak, tersadar… Kala itu
Chapitres populaires