Cinta Satu Malam
ucap Kirana yang masih bersedih.
“Sudahlah jangan bersedih seperti itu Kirana, bagaimana jika kita jalan-jalan sore?” ucap Sabian kepada istrinya.
Sabian menghela nafas lega saat Kirana tidak bersedih lagi, dalam benaknya berkata, “Mana mungkin Aku bisa meninggalkanmu Kirana, aku mencarimu dalam waktu yang lama, dengan pengorbanan waktu dan biaya yang tidak sedikit, kalau bisa aku tidak ingin kamu lewat dari penglihatan mataku walau sedetik saja, dan aku ingin kita bersama sampai maut memisahkan kita,”.