Saat Hati Menyesal
“Dan satu lagi, kamu nggak pantas ungkit-ungkit anakku!”
Usai bicara, aku masih belum puas dan kasih dua tamparan lagi.
Tira sampai lingkung, wajahnya bengkak seperti kepala babi.
Begitu sadar, dia langsung mau membalas.
“Kamu! Beraninya menamparku! Aku….”
Belum sempat dia selesai bicara, satpam sudah melemparnya keluar.
Sebenarnya, aku hanya ingin memulai hidup baru, tapi ada saja orang yang tak tahu diri, sengaja muncul buat membuatku jijik. Jadi, jangan salahkan aku kalau nggak bisa menahan diri lagi.
Bab Populer