Kaisar, Jangan Meminta Lebih
Air perlahan naik, sementara dari dalam kolam ikan koi, cahaya lembut memancar, tanda bahwa Cailin telah mencapai ruang spiritual.
Cailin membuka matanya. Ia berdiri di dalam ruang putih. Di depannya berdiri patung raksasa Dewi Bulan dengan mata tertutup dan sabit perak di tangannya. Di sisi patung, seekor rubah salju bermata perak muncul.
“Selamat datang, Pewaris Bulan,” katanya lembut. “Kau telah tiba.”
Udara di sekelilingnya bergemuruh pelan. Dari sini, ia masih bisa merasakan Shangkara di luar — napasnya yang berat, api yang membara, dan… ketegangan yang semakin meningkat.
Hot Chapters