SUAMIKU SAINGANKU
kataku, suaraku mulai lebih santai.
Arga mengangguk, menyadari bahwa ini bukan soal siapa yang benar dan siapa yang salah, melainkan soal kompromi. "Ya, aku tahu. Kita cari solusi yang benar-benar nyaman buat kita berdua. Tapi, kamu janji nggak akan marah-marah terus, kan?"
Aku nyengir kecil, meskipun masih ada sedikit sesak di dada. "Aku janji, tapi kamu juga janji nggak cuma duduk diam di ruang belajar terus."
Hot Chapters