Pengganti Ranjang Ndoro
tanya Satria dengan nada rendah, dingin, dan menekan.
Sakala terkekeh pelan, dengan cepat menguasai kembali ekspresi wajahnya agar tidak memancing kecurigaan Satria.
"Tidak ada apa-apa. Aku hanya heran melihat pelayanmu begitu santun," alih Sakala santai. Ia mengibaskan tangan ke arah piring-piring makanan di meja, lalu menambahkan dengan nada santai tanpa beban, "Kalau kamu sudah tidak membutuhkannya, berikan saja padaku. Dia tidak akan kujadikan pelayan, tapi istri."