Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hasrat Sang Pewaris

Hasrat Sang Pewaris

Saka tersenyum tipis sambil merogoh sesuatu dari tas slempang di dadanya. Saka merasa salut dengan Vanessa yang masih kuat untuk membalas tatapannya yang sejatinya memiliki aura yang sangat kuat. Itu menandakan jika Vanessa merupakan wanita yang berbeda, wanita yang mungkin unik. "Ini kartu ATM punyaku," ucap Saka sambil menyerahkan sebuah kartu berwarna hitam dengan garis keemasan di sudut dan sisinya. Vanessa menerima kartu tersebut, menyelidikinya hingga berkali-kali, membolak baliknya dengan kening yang mengerut.
102.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 55 Beses bilang saki card
Read
+Library
Gadis Bodoh Untuk Tuan Muda Cacat

Gadis Bodoh Untuk Tuan Muda Cacat

pinta Wulan. "Baiklah, kamu bisa memakai ini dan pergi bersama Bu asri. Berbelanjalah sepuasmu. " Saka mengulurkan sebuah Black Card. Wulan justru bengong menatap kartu hitam yang masih dipegang Saka itu. "Apa ini? Menyuruhku belanja tapi tidak memberiku uang malah memberi KTP hitam seperti ini." Saka tertawa kecil dengan kepolosan Wulan. “Ini namanya Black Card. Kartu kredit terbaik di dunia. Uangnya tidak akan habis walau kamu berbelanja seisi Supermarket sekali pun."
1011.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 273 Beses bilang saki card
Read
+Library
Dituduh Mandul

Dituduh Mandul

kataku menunduk. “Jadi karena mereka biasa melakukan itu, kamu menerimanya?” Aku terdiam saat Zack membalikkan ucapanku. “Kartu itu tidak ada batasnya. Uang saku yang aku kirim bebas kau gunakan. Selama bersamaku, satu kartu itu sudah cukup!” jelas Zack, pantas saja agen perumahan tadi matanya langsung bersinar saat aku mengeluarkan kartunya.
1.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 53 Beses bilang saki card
Read
+Library
Posessive Husband

Posessive Husband

tanyanya sambil menengadahkan tangan kanannya, meminta Black card miliknya yang masih ada pada Qaiyara. Qaiyara langsung melipat tangan di dada. “Black card? Yang mana? Oh, kartu uang bulanan saya itu? Masih aman kok di dompet saya,” katanya sambil tersenyum polos. Sagara mendengus, mencoba sabar. “Kembalikan sekarang,” pintanya, berusaha untuk tetap tenang dan sabar. Qaiyara menggeleng dengan cepat. “Enggak! Itu kan hak saya. Uang bulanan saya kan ada di situ. Lagian, saya belum selesai belanja skincare bulan ini.”
10618 viewsOngoingIdinagdag sa Library 17 Beses bilang saki card
Read
+Library
ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

Aku mengernyit tipis memandang tak paham. “Kartu apa ini Mas?” tanyaku sangat penasaran. “Ini blackcard, kartu debit yang bisa kamu pakai untuk membayar semua belanjaan atau apapun yang ingin kamu beli.” “Apa itu blackcard?” Aku masih saja tak bisa paham. “Nanti Rina yang akan menjelaskan padamu, oh iya nomor PINnya adalah gabungan tanggal dan bulan kelahiran kamu, untuk lebih jelasnya aku sudah mengirimkan PIN itu pada ponsel kamu.”
9.664.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.6K Beses bilang saki card
Read
+Library
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Dingin. Tak. Elang meletakkan kartu itu di atas meja marmer, tepat di samping talenan bawang. Bunyinya solid dan mengintimidasi. Citra berhenti mengaduk. Dia menatap kartu itu. Centurion Card. Kartu tanpa limit. "Ini buat belanja soto, Pak? Tukang sayur nggak punya mesin gesek." Elang menatap mata Citra. Tatapannya intens, posesif, dan sedikit putus asa.
749 viewsOngoingIdinagdag sa Library 17 Beses bilang saki card
Read
+Library
Cinta Untuk Dr. Saka

Cinta Untuk Dr. Saka

ucap Arini menyodorkan kartu kredit dan barang pesanan milik Saka. Saka terdiam dan bingung melihat Arini yang tak seperti biasanya. Aneh! Biasanya setiap tanggal 27, ia selalu meminjam uang untuk membeli kebutuhannya? Kenapa .... gumam batin Saka berpikir. "Dok!" Lambaian tangan Arini membuyarkan lamunannya. "Apa?" "Dokter pasti berpikir, kenapa hari ini aku tidak meminjam uang dokter kan?" tebak Arini seraya mengoyak tangan kanan Saka.
9.758.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.9K Beses bilang saki card
Read
+Library
OH DUDA

OH DUDA

Di sana, rupanya Erzha sudah membayar pesanan Sakina, termasuk pesanan Fifi tadi. "Tadi berapa totalnya, Mas?" tanya Sakina seraya membuka dompet. Mereka kini sudah ada di depan kafe. Bersamaan dengan itu, ia ingin menepuk jidatnya sendiri. Bagaimana caranya membayar pada Erzha sedangkan di dompetnya tidak banyak uang cash. Sakina memang biasanya melakukan pembayaran cashless dengan menggunakan debit card. Ia hanya membawa uang cash ala kadarnya. "Kamu kayak ke siapa aja, nggak usah," jawab Erzha, membuat Sakina tenang dan tidak enak dalam waktu yang bersamaan.
3.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 104 Beses bilang saki card
Read
+Library
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

Sania membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kartu yang kemarin ia terima dari Raka. "Ini milikmu dan aku mengembalikannya." Sania meletakkan kartu itu di dashboard. Namun tangan neraka kembali mengambil benda itu dan menyerahkan kepada Sania. "Pakailah. Aku memang membuat kartu ini untukmu. Kalau memang kamu butuh modal, aku bisa bantu. Aku akan selalu support apapun yang kamu usahakan." "Tapi aku nggak mau terus ketergantungan sama kamu." Sania meringis. Dia terpaksa menerima kembali kartu itu dan memasukkan ke dalam tasnya.
3.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 73 Beses bilang saki card
Read
+Library
Tawanan Sang Billionaire

Tawanan Sang Billionaire

Kali ini lebih sulit untuk dikatakan. "Apa?" tanya Lana. "Bisakah kamu meminjamkan aku uang 2 juta dulu?" Akhirnya, Erza mengatakannya. Setelah mendengar kata-kata Erza, Lana juga sedikit terkejut, tapi dia langsung memberikan kartu kredit pada Erza, "Kartu ini bisa ditarik tanpa batas. Kamu bisa menggunakannya dulu. Kata sandinya adalah hari ulang tahunku, 891101."
102.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 68 Beses bilang saki card
Read
+Library
PREV
1
...
345678
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status