MAWAR
Ucap Sarah lirih.
Enah menghembuskan nafas berat."Bukan hanya kau saja, mbok dan yang lainnya pun sama. Kita Doakan saja semoga nyonya bahagia."
"Semoga, mbok. Tuhan memang adil, biarlah si tuan brengsek itu menangisi penyesalannya seumur hidup, rasakan. Kemana saja sebelumnya, baru pas ditinggalkan berlaga menjadi orang gila, huh dasar!"