Bukan Sekelumit Sesal
Lelah berperang batin, akhirnya Arum bisa terlelap dengan menggenggam sapu tangan abu-abu itu.
Menjelang subuh, Arum terbangun karena haus. Setelah menghabiskan segelas air, ia kembali duduk di atas tempat tidurnya dan melakukan peregangan otot ringan seperti yang disarankan dokter kandungannya. Baru beberapa menit, tiba-tiba perutnya terasa sakit. Tendangan kecil itu semakin intens ia rasakan belakangan ini. Dokter sudah pernah menjelaskannya, namun ia tidak menyangka akan sesakit ini.
"Sayang, sudahan dong ngambeknya. Bunda kesakitan, Sayang," bisik Arum menunduk sembari mengusap perutnya. Azan subuh sudah berkumandang dan bayi dalam kandungannya semakin aktif.
Hot Chapters