Suamiku, Adik Iparku
tukasku mencari alasan menjauh dari ibu yang selalu membanding-bandingkanku dengan kecantikan adikku, Lia.
Meski kami berdua kakak adik, tapi penampilan fisik kami sangat jauh berbeda. Kulit Lia kuning langsat, hidungnya mungil, rambutnya ikal. Dia terlihat cantik bak boneka porselen. Tubuhnya semampai, makanya dia sukses bekerja di bidang modelling yang menjadi cita-citanya selama ini.
Sedangkan diriku? Tubuhku tidak tinggi, hanya sekitar 160cm kurang sedikit. Rambutku hitam, kubiarkan memanjang hingga menutupi punggung acap kali kulepaskan hijab.