Petaka Dua Garis
Meski sudah tak betah lagi hati ini, tetapi apa yang bisa kulakukan selain menurut untuk keseribu kalinya?
Sembari menggendong Sarfaraz, aku menerima jabat tangan dari para tamu yang mulai naik ke pelaminan untuk memberi selamat serta foto bersama dengan sang pengantin baru.
“Aduh, ini istrinya Yazid, kan? Kuat sekali, ya? Bisa-bisanya naik ke atas pelaminan juga.” Seorang tamu undangan yang tak kukenal, menyapa dengan ucapan yang menyakitkan. Santai sekali wanita paruh baya yang berhijab motif bunga-bunga itu. Seakan tak ada beban di hatinya.