Purba Mahkota
“Dengan gerakan yang lambat, ia menolehkan kepalanya ke arah anjing sekaligus suaminya sang Ibu, yang saat ini pun masih tetap setia menemaninya dengan pancaran keceriaan.”
“Oh! Tunggu, tunggu, tunggu …! Jangan, jangan bilang dia …!?”
“Ya. Tepat sekali.”
Tersenyum penuh arti karena menikmati rasa terkejut yang ditunjukkan oleh para pendengarnya ini, … sang pustakawan semakin bersemangat untuk melanjutkan cerita.
“Dengan hati yang ringan, Sangkuriang pulang ke rumah memberikan ati hewan buruan itu kepada sang Ibu.”
Bab Populer